Kasus TPPO di Indonesia Masih Intai Warga, Ini Langkah Polisi
Kasus TPPO di Indonesia masih mengintai warga. Berbagai modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku untuk mencari incaran juga semakin beragam demi meraih keuntungan.
Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO merupakan salah satu kejahatan antar negara yang melanggar hak asasi manusia dan bertentangan dengan harkat dan martabat kemanusiaan.
Dalam unsur-unsur kasus TPPO di Indonesia yang telah terungkap banyak tahapan mulai dari proses perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, hingga penerimaan.
Berbagai upaya pun saat ini terus digencarakan pihak kepolisian untuk mencegah kasus TPPO di Indonesia. Di wilayah Kabupaten Bandung misalnya, polisi blusukan memberikan edukasi.
Berdasarkan data, Bareksrim Polri sempat menyampaikan berhasil mengungkap jaringan TPPO sebanyak 397 kasus, 482 orang tersangka, dan berhasil menyelamatkan 904 korban TPPO.
Dari pengungkapan itu, Bareksrim Polri mencegah potensi kerugian negara Rp284 miliar. Para tersangka dijerat Pasal 4 UU Nomor 21 Tahun 2007 serta Pasal 81 UU Nomor 18 Tahun 2017.
Dalam upaya mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Bhabinkamtibmas Polsek Baleendah aktif memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, Kamis Januari 2025.
Pada kegiatan terbaru, Bhabinkamtibmas menemui ibu-ibu di wilayah Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung memberi sosialisasi terkait kasus TPPO di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan pentingnya kewaspadaan terhadap modus-modus penipuan yang sering digunakan pelaku TPPO.
Ada beberapa yang wajib diwaspadai karena terindikasi melakukan modus operansi TPPO, seperti tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar di luar negeri atau di kota lain.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo melalui Kapolsek Baleendah Kompol Tedi Rusman menjelaskan Bhabinkamtibmas mengingatkab Ibu-ibu juga untuk selalu memastikan informasi yang diterima dari sumber terpercaya dan melaporkan hal mencurigakan kepada pihak kepolisian.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu, untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan tawaran kerja yang tidak jelas,” kata Tedi
“Perlindungan keluarga, terutama anak-anak, menjadi prioritas bersama untuk mencegah terjadinya perdagangan orang,” ujar Kapolsek Baleendah menambahkan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang merasa lebih paham mengenai bahaya TPPO serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
“Sosialisasi semacam ini diharapkan terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari tindak kriminal,” kata Tedi menandaskan.