Take a fresh look at your lifestyle.

Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Bandung Meningkat Akibat Cuaca Ekstrem

0

Bandung kini mulai siaga 24 jam dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang mulai mengintai imbas cuaca ekstrem yang saat ini masih berlangsung.

Dalam upaya penanganan cepat bencana seperti banjir, longsor, hingg angin kencang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengaktifkan dua posko siaga.

Posko siaga menghadapi bencana hidrometeorologi ini berada di Pendopo Wali Kota dan Rumah Dinas Wakil Wali Kota di kawasan Jalan Nyland, Bandung.

“Secara resmi dua posko ini telah beroperasi, sejak Sabtu malam kemarin. Kedua lokasi ini siap menjadi pusat koordinasi dalam penanganan bencana,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi dan pengaduan bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat. Seluruh jajaran pemerintahan, termasuk dinas terkait, camat, dan lurah, diminta untuk terus memantau kondisi wilayahnya masing-masing.

Lebih lanjut, Politisi Partai Nasdem itu juga mengungkapkan, dalam situasi seperti ini, efektivitas koordinasi dan kecepatan respons menjadi kunci utama.

Oleh karena itu, Farhan mengimbau seluruh aparatur pemerintahan untuk berperan aktif dan tidak hanya menunggu perintah dari atasan.

“Saya berharap semua tetap waspada dan terus mencari inovasi dalam menangani bencana hidrometeorologi. Inisiatif dan koordinasi yang baik akan menjadi faktor penentu keberhasilan kita dalam menghadapi tantangan ini,” tegasnya.

Selain itu, Farhan meminta seluruh pegawai pemerintah untuk membatasi perjalanan ke luar kota demi memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi potensi bencana yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kondisi di luar sana masih belum aman. Saya harap seluruh pegawai pemerintah dapat menjadi teladan bagi masyarakat dengan tetap siaga di tempatnya masing-masing,” katanya.

Orang nomor satu di Kota Kembang itu juga berharap agar semangat gotong royong dan kepedulian dalam menghadapi bencana dapat terus terjaga.

Farhan mengajak semua pihak untuk menjadikan situasi ini sebagai momentum memperkuat koordinasi dan inovasi dalam menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi ke depan.

“Semoga suasana Ramadan ini menambah semangat kita untuk terus berbakti bagi masyarakat dan mewujudkan visi Bandung sebagai kota yang unggul, amanah, maju, dan religius,” tutur Farhan.

Farhan bersyukur sejauh ini seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat kewilayahan berperan aktif mengatasi dampak banjir, longsor, dan pohon tumbang akibat hujan deras yang berlangsung tiga hari berturut-turut.

“Saya sangat menghargai kerja keras semua pihak yang telah menjaga lingkungan masing-masing. Ini berkat koordinasi yang baik antara OPD, camat, lurah, serta partisipasi aktif warga,” ujar Farhan.

Farhan menyebut, BMKG memprediksi cuaca ekstrem ini masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sehingga, Kota Bandung masih berisiko terjadi bencana.

Untuk itu, beberapa wilayah seperti Gedebage, Cikutra, Antapani, Arcamanik, Andir, Buahbatu, Sekeloa, dan Ujungberung serta beberapa titik lain diminta meningkatkan kesiagaan.

Secara khusus, Farhan juga mengapresiasi penanganan cepat terhadap longsor di TPU Nagrog, Kecamatan Ujungberung, yang terjadi pada 8 Maret 2025.

Berkat kerja sama Dinas Ciptabintar, DPKP, DSDABM, dan kewilayahan, lanjut Wali Kota Bandung itu, evakuasi delapan makam terdampak longsor berjalan lancar dengan dukungan ahli waris.

“Koordinasi yang solid menjadi bukti bahwa kita siap menghadapi tantangan bencana dengan lebih baik,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, dia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki tanggul, serta meningkatkan inovasi dalam mengatasi bencana.

” Saya juga mengimbau ASN dan pegawai pemerintah untuk tetap siaga dan membatasi perjalanan ke luar kota guna memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana lebih lanjut,” ucap Farhan menandaskan.

BACA JUGA  Pertanda Setnov Bakal Kalah Lawan KPK di Praperadilan
Leave A Reply

Your email address will not be published.