Sungai Citarum Tercemar Parah: Dedi Mulyadi Temukan Warga Buang Limbah Sembarangan
Kondisi Sungai Citarum yang berada di wilayah Kabupaten Bandung sangat menghawatirkan. Saat ini banyak beragam limbah menutupi aliran sungai terpanjang di Tanah Pasundan itu.
Banyaknya limbah yang menyesaki Sungai Citarum itu terungkap saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak ke salah satu titik di kawasan permukiman.
Ketika menyisir Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di wilayah Kabupaten Bandung, Kang Dedi Mulyadi menemukan sejumlah warga melakukan pembuangan limbah dibantaran sungai.
Hal ini menegaskan terjadinya pencemaran Sungai Citarum bukan saja oleh limbah industri, limbah peternakan, dan sampah, akan tetapi juga limbah rumah tangga juga ikut jadi penyumbang pencemaran.
Padahal air Sungai Citarum dimanfaatkan untuk berbagai sektor. Selain menunjang bidang pertanian, perkebunan, peternakan, pembangkit listrik, juga air minum hingga daerah Jakarta dan sekitarnya.
Dalam keterangannya yang diterima Wartawan.id, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan mengambil tindakan tegas menertibkan bangunan yang membuang limbah rumah tangga ke sungai.
“Saya meminta Bupati (Kabupaten Bandung) mendata seluruh bangunan di wilayahnya yang membuang limbah rumah tangga ke sungai untuk ditertibkan,” ungkap Politisi Partai Gerindra itu.
“Sekaligus nanti akan membuat program pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal,” kata Kang Dedi Mulyadi menambahkan.
Selain mengecek kondisi aliran Sungai Citarum yang tercemar parah, KDM (begitu sapaan akrabnya) melakukan inspeksi mendadak ke Oxbow Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Dalam temuannya di lapangan, Mantan Bupati Purwakarta 2 periode itu melihat melihat banyak tumpukan sampah di permukaan sungai sepanjang sekitar 500 meter.
Menurut KDM, sumber sampah diduga berasal antara lain dari permukiman Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Pasar Caringin dan Cigondewah.
Lebih lanjut, dia mengatakan akan memindahkan tempat pembuangan sementara sampah kedua pasar itu jauh dari wilayah sungai.
“Di setiap jembatan juga akan dipasang jeruji besi penjaring sampah dan disiagakan petugas yang piket 24 jam. Kalau hujan harus turun ke lapangan, soal biaya nanti disiapkan dari APBD,” ucap Mantan Anggota DPR RI itu.
Di akhir inspeksinya, Gubernur Jawa Barat juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai sehingga tidak perlu mengeluarkan energi hanya untuk mengurus sampah yang terjadi berulang.
“Apalagi air dari Citarum menjadi sumber air bersih bagi PDAM,” ucap KDM menandaskan.