Layanan Digital Terbaru di Bandung 2025, Ini Dia!
Semakin Canggih dan Mempermudah Warga
Layanan digital terbaru di Bandung tahun 2025 resmi diluncurkan. Inovasi berupa aplikasi ini disiapkan pemerintah setempat unruk mempermudah hidup warga.
Bandung memang nggak pernah kehabisan kejutan terutama dalam hal teknologi dan inovasi digital. Kota kreatif ini belakangan makin serius mengembangkan ekosistem digital.
Buat warga Bandung atau yang sering main ke kota ini, kamu pasti sudah mulai merasakan perubahan antrian manual makin jarang, aplikasi layanan publik makin banyak.
Bahkan belakangan urusan bayar retribusi atau lapor gangguan lingkungan sekarang bisa lewat HP. Yup, semua itu bagian dari transformasi digital yang terjadi di Kota Kembang.
Dalam artikel ini Wartawan.id bakal mengupas layanan digital terbaru di Bandung yang sudah bisa dinikmati warga. Penasaran? Yuk, lanjut baca sampai habis!
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat komitmen demi mewujudkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan transparan melalui peluncuran inovasi Smile Connected.
Smile Connected menjadi salah satu tonggak penting transformasi digital layanan publik. Ke depan melalui inovasi ini seluruh kecamatan dapat menjadi simpul pelayanan yang cepat, transparan, dan membahagiakan warga.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kehadiran Smile Connected merupakan bagian dari strategi besar Kota Bandung untuk menghadirkan pelayanan publik yang terhubung, inklusif, dan proaktif.
“Smile Connected bukan sekadar alat digital, tetapi jembatan pelayanan antara pemerintah dengan warga,” ungkap Politisi Partai Nasdem itu dalam keterangannya yang diterima Wartawan.id.
“Kita ingin seluruh lapisan masyarakat, dari pelaku usaha hingga warga biasa, merasa dekat dan terbantu dengan kehadiran layanan ini,” ujar Farhan menambahkan.
Farhan menuturkan, kecamatan tidak hanya sebagai unit administratif, tetapi juga sebagai garda terdepan pelayanan yang dituntut responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin setiap warga Kota Bandung bisa mengakses informasi, mengurus perizinan, hingga menyampaikan pengaduan hanya lewat satu sistem yang mudah dijangkau di kecamatan. Ini adalah wujud dari semangat Bandung sebagai Kota Utama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menjelaskan, Smile Connected adalah singkatan dari Sarana Media Informasi dan Layanan Elektronik Terkoneksi.
Yakni, lanjut dia, sistem pelayanan digital berbasis anjungan elektronik yang ditempatkan di kantor kecamatan.
“Inovasi ini adalah bentuk nyata integrasi layanan publik. Smile Connected menyediakan informasi dan layanan perizinan, non-perizinan, pengaduan, jadwal jemput bola, hingga video tutorial yang bisa diakses langsung oleh masyarakat,” ungkap Roni.
Untuk tahap awal, diutarakan Roni, Smile Connected telah dipasang di enam kecamatan yang memiliki jumlah pelaku usaha dan permohonan perizinan terbanyak.
Antara lain, Kecamatan Antapani, Andir, Astanaanyar, Buahbatu, Sukasari dan Kecamatan Sukajadi
“Kami prioritaskan kecamatan yang padat aktivitas usaha. Untuk 24 kecamatan lainnya, sudah kami ajukan dalam anggaran perubahan agar dapat segera menyusul,” kata Kepala DPMPTSP Kota Bandung menandaskan.