Ketersediaan Pangan di Bandung Aman untuk Menunjang Kebutuhan Ramadhan 2025
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memastikan stok pangan untuk menghadapi bulan suci Ramadhan 2025 dipastikan aman sampai menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau awal April 2025 nanti.
Hal ini dikatakan Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Dicky Anugrah dalam keterangan resminya yang diterima Wartawan.id.
“Dalam menghadapi Ramadhan, Pemkab Bandung sudah melakukan evaluasi dan monitoring ke lapangan. Contohnya ke Pasar Sehat Soreang dan beberapa pasar lainnya milik Pemda Kabupaten Bandung,” ujarnya.
“Jadi stok untuk kebutuhan pokok diapstikan aman. Cuma ada beberapa komoditas yang saat ini mengalami kenaikan harga, seperti telur ayam ras, cabe dan lain-lain,” kata Dicky menambahkan.
Dalam menghadapi munggahan Ramadhan yang sudah di depan mata, lanjut Dicky, para ibu-ibu rumah tangga tidak usah khawatir.
“Kami pastikan ibu-ibu bisa memasak makanan di rumahnya masing-masing untuk menyiapkan kebutuhan sahur jelang melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.
“Karena kalau lihat stok kebutuhan pangan untuk masyarakat Kabupaten Bandung, tapi kita akan berupaya kepada champion cabai atau pun ke peternak ayam petelur untuk mengirim langsung ke pasar tanpa melalui ke agen-agen,’ tutur Dicky.
Lebih lanjut, Dicky menyebut pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian terkait kesediaan stok pangan memasuki Ramadhan 2025 nanti.
Dicky Anugrah mengatakan, dalam rangka menghadapi kegiatan bulan suci Ramadhan, Pemkab Bandung akan melaksanakan gerakan pasar murah pangan dengan menyediakan berbagai jenis komoditas unggulan hasil pertanian.
“Untuk kesiapan bahan baku untuk bulan Ramadhan hingga jelang Hari Raya Idul Fitri. Kemudian, Pemkab Bandung akan melaksanakan kegiatan OPM (Operasi Pasar Murah) bersubsidi dari APBD Kabupaten Bandung di beberapa titik kecamatan,” ucapnya.
“Ada juga GPM (Gerakan Pasar Murah) di bulan suci Ramadan. Selain itu ada giat bazar Ramadan. Rencana ada tiga kegiatan itu di bulan suci Ramadhan,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung menambahkan.
Dicky Anugrah kembali menegaskan bahwa stok pangan dipastikan aman untuk bulan suci Ramadan bahkan sampai Hari Raya Idul Fitri mendatang.
“Karena kita juga banyak dan ada beberapa ayam peternak atau peternak hewan penghasil daging sapi di Kabupaten Bandung. Daging sapi lokal pun produksinya bagus dan juga kualitasnya juga bagus. Sampai saat ini belum ada kelangkaan,” ujarnya.
“Misalnya, dari mulai produsen peternak sampai masuk ke agen. Agen masuk ke pasar atau ke beberapa distributor telur. Jadi memang itu yang harus kita evaluasi supaya mata rantai distribusinya kita pangkas supaya tidak panjang,” katanya.
Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung pun turut merilis perkembangan harga-harga bahan pokok selama Minggu ke-3 Februari 2025.
Perkembangan harga rata-rata cabai merah tanjung mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari Rp 44.500 per kg menjadi Rp 58.500 per kg.
“Yang mana secara mingguan meningkat mencapai 31 persen, kenaikan harga cabai merah tanjung tersebut,” katanya.
Menurutnya, perkembangan harga rata-rata cabai keriting selama Minggu ketiga bulan Februari 2025 terpantau mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari Rp 41.500 per kg naik menjadi Rp 55.500 per kg, yang mana secara mingguan meningkat sebesar 33 persen.
“Perkembangan harga rata-rata cabai rawit terpantau mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari Rp 62.800/kg menjadi Rp 84.500 per kg, yang mana secara mingguan meningkat sebesar 35 persen,” katanya.
Dicky Anugrah juga turut menjelaskan perkembangan harga rata-rata telur ayam broiler terpantau mengalami kenaikan di akhir Minggu dari Rp 28.000 per kg menjadi Rp 29.500 per kg, yang mana secara mingguan meningkat sebesar 5,5 persen.
“Perkembangan harga rata-rata bawang merah selama Minggu ketiga bulan Februari 2025 terpantau mengalami kenaikan di akhir Minggu dari Rp 29.500 per kg menjadi Rp 35.000 per kg, yang mana secara mingguan meningkat sebesar 18,5 persen,” katanya menandaskan.