Take a fresh look at your lifestyle.

Jadwal Libur Lebaran 2025 Sekolah di Bawah Kemenag RI, Catat Tanggalnya

0

Belum tahu jadwal libur Lebaran 2025 sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) RI? Di bawah ini akan dijabarkan kapan tanggal resminya merujuk informasi yang disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Wartawan.id, jadwal libur Lebaran 2025 sekolah telah ditetapkan lebih dari dua pekan atau sebanyak 20 hari. Hal ini setelah disepakati bersama dengan kementerian-kementerian yang lain.

Walau begitu, Menteri Agama mengaku sempat mengusulkan agar jadwal libur Lebaran 2025 dapat diperpanjang jika melihat surat edaran yang sebelumnya telah diterbitkan untuk menjadi panduan insan pendidikan di Tanah Air.

Setelah melalui diskusi yang cukup panjang dengan beberapa pihak, Menteri Agama menyampaikan akhirnya jadwal liburnya direvisi dengan mempertimbangkan situasi sekolah di bawah kewenangan dari Kemenag RI.

Selain soal jadwal libur Lebaran 2025, Nasaruddin Umar juga telah mendorong agar jajarannya di seluruh wilayah Indonesia membantu kelancaran momen mudik yang akan menjadi tradisi masyarakat muslim usai Ramadan 2025.

“Kami memang mengusulkan supaya memberi waktu lebih panjang masa liburan ini. Tadinya kita sepakati edaran pertama itu tanggal 24 Maret 2025,” ujar Nasaruddin dalam keterangan resminya.

“Tapi karena madrasah liburnya lebih ada hari Jumat, di situ ada hari Jumat, Sabtu, ya makanya kita ubah itu menjadi tanggal 21 Maret 2025,” katanya menambahkan.

Nasaruddin menjelaskan bahwa perubahan libur ini bertujuan agar rentang perjalanan mudik lebih panjang sehingga dapat mengurai kemacetan. Libur Lebaran akan dimulai pada 21 Maret 2025.

BACA JUGA  Istri Hamzah Haz Wafat, Ketum PPP: Beliau Pendamping yang Teguh

“Dengan demikian rentang perjalanan mudik ini nanti akan lebih panjang, kurang lebih 20 hari jadi bisa lebih panjang untuk masyarakat, bisa dipakai untuk mengurai kemacetan yang bisa terjadi,” tutur Nasaruddin.

Selain itu, Kementerian Agama juga berupaya membantu kelancaran mudik dengan mengoptimalkan peran masjid sebagai posko Lebaran di jalur-jalur yang dilalui pemudik.

“Masjid-masjid yang dilewati jalur pemudik itu diharapkan menyiapkan air minum gratis, karena di dalam hukum Islam itu, musafir itu adalah mujahid, musafir itu sangat berpahala kita kalau kita beri makan dan beri minum,” kata sosok yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Selain air minum gratis, Menag juga mengimbau pengurus masjid untuk menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, seperti dapur kecil bagi ibu menyusui, tempat istirahat, kamar khusus perempuan, serta ruang untuk mengisi daya handphone atau motor listrik.

“Kami mencoba untuk berkoordinasi dengan para pengurus masjid agar diperbaiki toiletnya, karena kalau kita mengandalkan semuanya di rest area, di tol-tol tertentu, itu nanti akan terjadi penumpukan,” katanya.

“Jadi nanti kita akan menciptakan satu kondisi di masjid itu juga sebagai tempat pemberhentian yang paling bagus,” ungkap Nasaruddin menandaskan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.