IGK Manila NasDem Meninggal Dunia, Ini Sosoknya
Kabar IGK Manila NasDem meninggal dunia di RS Bunda Jakarta, Senin 18 Agustus 2025 membuat dunia politik Tanah Air berduka. Sosok purnawirawan TNI ini dikenang atas dedikasi di militer dan olahraga.
Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem ini tutup usia pada umur 83 tahun. IGK Manila bukanlah nama asing. Jauh sebelum aktif di NasDem, dia sudah dikenal sebagai seorang jenderal di TNI.
Dia pernah menjabat di berbagai posisi strategis sekaligus punya kontribusi nyata dalam pembinaan olahraga, terutama di bidang bola basket. Tak heran, kabar wafatnya meninggalkan rasa kehilangan mendalam
Saat kabar IGK Manila NasDem meninggal dunia beredar, banyak tokoh nasional, kader partai, hingga komunitas olahraga langsung menyampaikan rasa belasungkawa.
Media sosial pun dipenuhi doa dan ucapan penghormatan terakhir bagi pria kelahiran 1942 itu. Kehadirannya selama puluhan tahun di berbagai bidang membuatnya dikenal sebagai figur serba bisa dan penuh dedikasi.
Partai NasDem sendiri juga mengonfirmasi kabar duka ini. Sebagai Gubernur ABN NasDem, IGK Manila punya peran besar dalam mendidik dan membentuk kader-kader muda partai dengan semangat kebangsaan.
Ketegasan, kedisiplinan, serta pengalamannya di militer menjadi menjadi unggulannya dalam membangun generasi penerus bangsa. Kini di tengah kabar duka, banyak yang mengulas kembali perjalanan hidupnya.
Siapa Sebenarnya IGK Manila? Dia adalah seorang purnawirawan TNI AD dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Namanya melejit saat sukses mendampingi timnas bahkan sempat menjadi manajer Persija Jakarta.
Indonesia pernah juara SEA Games 1991 dan Persija juga pernah berjaya saat beliau memimpin—semua itu tak lepas dari perannya yang penuh strategi dan inspirasi.
Selain itu, IGK juga dikenal sebagai Bapak Wushu Indonesia, karena dinilai punya andil besarnya dalam pengembangan olahraga bela diri tersebut di Tanah Air.
Berita duka ini pertama kali dikonfirmasi oleh Sekjen Partai NasDem, Hermawi Taslim. Dia menyampaikan bahwa almarhum berpulang di RS Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin pagi, 18 Agustus 2025 tepat sehari usai peringatan hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025.
Berbagai lini menyampaikan duka cita mendalam termasuk Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Beliau menyebut bahwa IGK Manila bukan sekadar teman, melainkan sahabat sejati dengan dedikasi tanpa pamrih.
Surya Paloh juga menegaskan bahwa Partai NasDem akan memberikan penghormatan terakhir secara layak, termasuk dengan upacara pelepasan dan kremasi yang dijadwalkan berlangsung di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Jakarta Selatan.
Biografi IGK Manila sangat kaya dan inspiratif. Lulus Akademi Militer pada 1964, beliau menapaki berbagai posisi strategis di TNI.
Karier militernya mencakup jabatan seperti Kapomdam IV/Sriwijaya, Dan Pusdik Pom, Wadan Puspom, hingga Staf Ahli Pangab.
Di ranah olahraga, perannya luar biasa. IGK Manila memimpin Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991 menjadi tonggak bersejarah khususnya di sepakbola nasional.
Dia juga membawa Persija Jakarta meraih gelar Liga Indonesia. Tak hanya di sepakbola, kontribusinya di wushu tak kalah besar sehingga beliau dikenal sebagai pelopor wushu di Indonesia.
Setelah wafat di RS Bunda pagi hari, jenazah IGK Manila rencananya akan dibawa ke Aula ABN NasDem untuk disemayamkan dan menerima penghormatan terakhir terbuka bagi keluarga, sahabat, dan kolega.
Sementara itu, upacara kebesaran dan kremasi akan dilaksanakan tak lama kemudian, sesuai protokol penghormatan negara dan partai.
Dari masa muda sebagai prajurit, kiprahnya di olahraga nasional, hingga kontribusinya di dunia politik, semua jadi warisan berharga IGK. Sosoknya mungkin telah tiada, tapi jejak perjuangannya akan terus hidup.
“Selamat Jalan, Opa Keluarga Besar Partai NasDem berduka cita atas meninggalnya salah satu panutan terbaik di tubuh pergerakan Partai NasDem, Opa IGK Manila (Gubernur Akademi Bela Negara Partai NasDem),” tulis Partai NasDem melalui unggahan di akun X (Twitter) resminya.
“Tiada kata yang dapat menggambarkan rasa kehilangan ini. Namun, doa terbaik seluruh keluarga besar Partai NasDem mengiringi langkah kepergian Opa Manila menuju keabadian. Terima kasih, Opa atas segalanya Terima kasih,” cuit Partai Nadem di akhir unggahannya.