Pangkat TNI AD dari Terendah sampai Tertinggi dan Gaji Terbaru 2025
Simak daftar pangkat TNI AD dari terendah sampai tertinggi dan gaji terbaru 2025 lengkap dengan tunjangan dan jenjang karier militernya. Dijamin tertarik bergabung.
Kalau penasaran gimana sih struktur pangkat di TNI Angkatan Darat (AD), siapa yang paling rendah dan siapa paling tinggi atau bahkan berapa sih gajinya tiap bulan.
Banyak orang tertarik dengan dunia militer bukan cuma wibawanya tapi karena jenjang karirnya jelas dan gaji yang makin tinggi seiring naiknya kepangkatan.
Jadi calon prajurit, anak muda yang pengin daftar, atau sekadar ingin tahu lebih dalam soal struktur militer Indonesia, artikel dari Wartawan.id ini cocok dibaca.
Pasalnya, kamu akan tahu mulai dari prajurit dua yang baru masuk ke barak militer, sampai jenderal bintang empat yang jadi pemegang komando tertinggi sebagai tentara.
Siap-siap ya, karena setelah baca ini kamu bakal paham juga soal siapa Kopral, siapa Letnan, sampai berapa kira-kira penghasilan seorang Jenderal setiap bulan di Indonesia.
1. Pangkat Tamtama – Tingkatan Awal
Ini adalah pintu awal karier militer di TNI AD. Berikut rincian gaji pada level ini, antara lain:
- Prajurit Dua (Prada) – Gol. I/a (gaji Rp 1.775.000–2.741.300);
- Prajurit Satu (Pratu) – I/b (Rp 1.830.500–2.827.000);
- Prajurit Kepala (Praka) – I/c (Rp 1.887.800–2.915.400);
- Kopral Dua (Kopda) – I/d (Rp 1.946.800–3.006.600);
- Kopral Satu (Koptu) – II/a (Rp 2.007.700–3.100.700); dan
- Kopral Kepala (Kopka) – II/b (Rp 2.070.500–3.197.700)
Pangkat ini cocok untuk personel baru yang menjalani pelatihan dasar dan tugas awal. Tamtama juga bisa berkembang jadi bintara lewat seleksi.
2. Pangkat Bintara – Pemimpin di Level Mid-Grade
Saat naik ke tingkat ini, tanggung jawab makin besar dan gaji pun cukup besar pula. Seperti:
- Sersan Dua (Serda) – II/c (Rp 2.272.100–3.733.700);
- Sersan Satu (Sertu) – II/d (Rp 2.343.100–3.850.500);
- Sersan Kepala (Serka) – III/a (Rp 2.416.400–3.971.000);
- Sersan Mayor (Serma) – III/b (Rp 2.492.000–4.095.200);
- Pembantu Letnan Dua (Pelda) – III/c (Rp 2.570.000–4.223.300); dan
- Pembantu Letnan Satu (Peltu) – III/d (Rp 2.650.300–4.355.400).
Bintara adalah tulang punggung TNI, memimpin regu, mengawasi tugas lapangan, dan mengawal operasi.
3. Pangkat Perwira Pertama – Letnan
Ini jenjang perwira resmi pertama. Di level ini berikut rincin gajinya, meliputi:
- Letnan Dua (Letda) – IV/a (Rp 2.954.200–4.779.300);
- Letnan Satu (Lettu) – IV/b (Rp 3.046.600–5.096.500); dan
- Kapten (Kapt) – IV/c (Rp 3.141.900–5.163.100).
Perwira di level ini umumnya memimpin peleton atau jadi staf intel dan operasi. Gaji lebih tinggi, beban jabatan pun lebih berat.
4. Pangkat Perwira Menengah – Mayor sampai Kolonel
Berikut besaran jenjang menengah yang kerap memegang komando tingkat batalyon, di antaranya:
- Mayor (May) – IV/d (Rp 3.240.200–5.324.600);
- Letnan Kolonel (Letkol) – IV/e (Rp 3.341.500–5.491.200); dan
- Kolonel (Kol) – IV/f (Rp 3.446.000–5.663.000).
Dewasa, matang, dan biasanya punya pengalaman lebih dari 15–20 tahun. Gaji besar plus tunjangan kinerja tinggi.
5. Pangkat Perwira Tinggi – Jenderal Bintang
Ini puncak jenjang karier militer dan menjadi gaji lebih besar di TNI AD, antara lain:
- Brigadir Jenderal (Brigjen) – Rp 3.553.800–5.810.100;
- Mayor Jenderal (Mayjen) – Rp 3.665.000–6.022.800;
- Letnan Jenderal (Letjen) – Rp 5.485.800–6.211.200; dan
- Jenderal (Jend) – Rp 5.657.400–6.405.500.
Hanya sedikit yang mencapai jenjang ini, karena seleksi ketat dan pengalaman panjang dibutuhkan. Selain gaji pokok, ada tunjangan kinerja bagi para prajurit.
Jadi, setiap prajurit juga menerima tunjangan kinerja (tukin) yang sesuai kelas jabatan yang cukup menggiurkan dan tak sedikit. Ini diatur PP 102/2018. Berikut rinciannya:
- KSAD (Kepala Staf AD): Rp 37.810.500
- Wakil KSAD: Rp 34.902.000
- Kelas jabatan 17: Rp 29.085.000
- … sampai kelas jabatan 1 = Rp 1.968.000
Besarnya tergantung jabatan nyata misalnya kapten yang memimpin batalyon akan mendapatkan kelas jabatan 8–10, bukan level terendah.
Walaupun gaji pokok dari prajurit dua sampai jenderal hanya naik beberapa juta, tunjangan kinerja membuat selisihnya semakin besar, khususnya di perwira tinggi.
KSAD misalnya, bisa dapat tak kurang dari Rp 40 juta per bulan – jauh dibanding prajurit level awal. Plus, ada tunjangan lain seperti lauk pauk, istri, anak, dan transportasi yang membuat total pendapatan TNI AD tinggi.
Sekarang kamu sudah tahu pangkat TNI AD dari terendah sampai tertinggi dan gaji terbaru 2025 sekarang. Bila disimpulkan level terendah dengan gaji sekitar Rp 1,8 juta, sampai puncaknya jenderal dengan gaji Rp 6,4 juta.
Angka itu belum termasuk tunjangan yang nominalnya puluhan juta per bulan. Nah, pakai info ini kalau kamu lagi riset, persiapan tes TNI, atau sekadar penasaran gimana struktur militer.