Take a fresh look at your lifestyle.

Gunung Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Enam Letusan Terjadi Sejak Dini Hari

0

Gunung Semeru, yang merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.

Hari ini, Selasa, 15 April 2025, Gunung Semeru tercatat mengalami enam kali erupsi sejak pukul 01.00 dini hari WIB.

Aktivitas vulkanik ini menarik perhatian masyarakat dan otoritas kebencanaan, mengingat Semeru merupakan gunung aktif yang kerap menunjukkan letusan eksplosif.

Menurut laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru yang berlokasi di Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, letusan pertama tercatat pada pukul 01.00 WIB.

Kolom abu terpantau setinggi 800 meter dari puncak kawah Jonggring Seloko atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut. Kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat daya.

Tak berselang lama, erupsi kedua terjadi pada pukul 02.27 WIB dengan kolom abu setinggi 1.000 meter. Letusan ketiga kembali terjadi pukul 04.31 WIB dengan tinggi kolom mencapai 1.000 meter.

Aktivitas vulkanik belum mereda, sebab pukul 05.35 WIB kembali terjadi erupsi dengan kolom abu setinggi 900 meter, lalu disusul erupsi kelima pukul 06.37 WIB dengan kolom setinggi 800 meter.

Letusan terakhir hari ini, yang tercatat pada pukul 09.52 WIB, tidak terpantau secara visual karena cuaca di sekitar puncak gunung yang tertutup kabut tebal.

Petugas PPGA Semeru, Liswanto, menyatakan bahwa meskipun erupsi tidak disertai dengan awan panas guguran atau letusan besar, potensi bahaya tetap ada.

“Kolom abu cukup tinggi, dan arah angin bisa membawa abu ke wilayah pemukiman. Masyarakat kami minta tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar jalur aliran lahar dan lereng-lereng curam,” ujarnya.

PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) masih menetapkan status aktivitas Gunung Semeru pada Level III atau Siaga, sejak peningkatan aktivitas akhir tahun lalu.

BACA JUGA  Tahanan Rusuh di Bogota karena Corona, Sebanyak 23 Tahanana Meninggal

Berdasarkan evaluasi terkini, beberapa rekomendasi keselamatan pun kembali ditegaskan kepada masyarakat:

  1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak kawah.

  2. Warga diminta untuk tidak berada dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan lahar sejauh 17 kilometer dari puncak.

  3. Masyarakat juga harus mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar di sepanjang sungai/lembah lain seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) telah menyiagakan tim relawan dan armada evakuasi.

Kepala BPBD Lumajang, Indra Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya telah memperkuat koordinasi lintas instansi dan menyiapkan logistik darurat untuk kemungkinan terburuk.

“Kami sudah menyiapkan lima titik pengungsian sementara dan memastikan jalur evakuasi dalam kondisi baik. Masyarakat di zona rawan sudah kami beri informasi sejak awal. Kami harap semua mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Indra dalam konferensi pers pagi ini.

Di sisi lain, warga di beberapa desa di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro dilaporkan mulai merasakan hujan abu ringan sejak pukul 04.00 WIB.

Beberapa warga tampak menggunakan masker kain atau penutup wajah saat beraktivitas di luar rumah.

Selain abu, PVMBG juga memantau adanya peningkatan tekanan gas di dalam kawah, yang berpotensi memicu letusan eksplosif jika tekanan tersebut tidak segera keluar dalam bentuk erupsi kecil.

BACA JUGA  Mantan Presiden Brazil Dihukum 10 Tahun Penjara

Erupsi Gunung Semeru bukan hal baru bagi masyarakat Jawa Timur, namun setiap aktivitasnya tetap menyimpan risiko.

Sejarah mencatat bahwa letusan besar Semeru pada Desember 2021 menewaskan puluhan orang dan menghancurkan ratusan rumah, terutama di wilayah Lumajang bagian tenggara.

Karena itu, PVMBG kembali menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan edukasi mitigasi bencana.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas Gunung Semeru masih dinamis dan berpotensi mengalami letusan susulan. Tim pemantauan terus bekerja 24 jam untuk memberikan informasi terkini kepada publik.


Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diharapkan tetap tenang namun waspada. Selalu ikuti instruksi dari otoritas setempat dan jangan ragu untuk mengungsi bila situasi memburuk.

Aktivitas vulkanik adalah fenomena alam yang tidak bisa diprediksi secara pasti, namun kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap arahan adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.

Leave A Reply

Your email address will not be published.