Dokter Kandungan di Garut yang Terekam CCTV Lecehkan Pasien Ditangkap
Pihak kepolisian menangkap oknum dokter kandungan di Garut yang terekam CCTV melakukan pelecehan seksual terhadap pasien saat menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Sebelum ditangkap, video detik-detik yang menampilkan dokter kandungan di Garut lecehkan pasiennya itu beredar viral di media sosial dan mendapat kecaman publik.
Kasus ini menuai reaksi luas dari masyarakat, terutama di media sosial, yang mendesak agar instansi terkait bertindak tegas terhadap tenaga medis yang melanggar kode etik profesi.
Kapolres Garut Mochamad Fajar Gemilang menyatakan bahwa saat ini penyidik masih terus mendalami keterangan para saksi dan korban guna menentukan langkah hukum selanjutnya.
Saat ini sudah ada dua orang korban yang melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Pihaknya masih terus melakukan pendalaman termasuk memeriksa terduga pelaku secara intensif di Mapolres Garut.
Menurutnya, terduga pelaku berinisial MSF atau I ini diamankan di wilayah Garut dan saat ini sedang berada di ruangan khusus untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Proses hukum terhadap pelaku melibatkan koordinasi lintas lembaga. Sesuai Pasal 308 Undang-Undang Kesehatan, apabila tenaga medis dalam melaksanakan profesinya melakukan tindak pidana, harus ada rekomendasi dari Majelis Disiplin Profesi Kesehatan.
“Kami sudah koordinasi dengan Kemenkes, rencananyaakan datang ke Garut,” ucap Fajar dalam keterangannya.
Fajar menyatakan bahwa jajarannya dan Polda Jabar telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus dokter kandungan di Garut tersebut. Tim telah melakukan pengecekan langsung ke klinik dan memeriksa rekaman CCTV.
“Ini masih kami dalami, Polres Garut dan Polda Jabar telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan,” ujar Perwira menengah Polri tingkat dua itu menegaskan.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak seorang pria diduga dokter kandungan sedang melakukan pemeriksaan USG kepada pasien. Namun tangan pria tersebut terlihat bergerak ke arah area sensitif pasien
Kejadian dalam video CCTV tersebut diduga terjadi pada bulan Juni 2024. Hingga saat ini, korban belum membuat laporan resmi ke polisi.
Meskipun demikian, Polres Garut tetap berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan akan mengambil tindakan tegas jika unsur pidana terbukti.
“Apabila nanti memang dugaan itu benar, kami kumpulkan alat bukti, kami akan proses, tangani secara tuntas, dan ditindak tegas,” tutur Fajar.
Dokter yang diduga terlibat diidentifikasi berinisial MSF atau Iril. Ia diketahui terakhir kali terlihat praktik tiga hari sebelum kasus ini mencuat. Hingga kini, keberadaannya belum diketahui. Kapolres mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti.
“Terakhir oknum dokter itu masih terlihat praktik tiga hari lalu, sekarang sudah tidak,” ungkap Kapolres
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Garut, dr. Leli Yuliani, mengatakan bahwa dugaan peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan tahun lalu di sebuah klinik swasta, bukan fasilitas kesehatan milik pemerintah.
“Saya harus periksa lagi pastinya kapan, tapi kalau tidak salah ini di tahun 2024. Kejadiannya bukan di RS milik pemerintah,” ujarnya
Pemeriksaan internal di lingkungan klinik juga disebut tengah berlangsung, dan pihak Dinas Kesehatan Garut menyatakan siap membantu penyelidikan apabila dibutuhkan.