Take a fresh look at your lifestyle.

Dapur yang Menjadi Harapan: Perjalanan Nyayu Miranti Membangun UMKM Kuliner Saat Pandemi

0

Saat dunia terhenti oleh pandemi COVID-19, banyak orang kehilangan arah. Aktivitas terbatasi, pekerjaan berhenti, dan pendapatan mendadak hilang. Tapi dari tengah keterbatasan itulah, Nyayu Miranti menemukan ruang baru untuk tumbuh, di dapur rumahnya sendiri.

Bermula dari keinginan sederhana untuk tetap produktif di masa krisis, pemilik TikTok dengan nama @nyayumiranti ini memutuskan untuk menjadikan keterampilan memasaknya sebagai sumber penghasilan.

Ia mulai membuat aneka makanan rumahan, dari lauk-pauk siap saji hingga camilan khas, dan memberanikan diri untuk menjualnya secara daring.

“Awalnya cuma iseng. Saya pikir daripada hanya diam di rumah, lebih baik masak. Ternyata, banyak yang suka,” ceritanya.

Tanpa ruko, tanpa modal besar, Nyayu memulai usahanya dari rumah. Ia menggunakan media sosial, grup WhatsApp ibu-ibu, dan promosi dari mulut ke mulut. Setiap pesanan ia kerjakan sendiri, mulai dari belanja, masak, mengemas, sampai antar ke titik temu.

Hal yang membedakan usahanya adalah pendekatan personal. Setiap masakan dibuat dengan resep rumahan, penuh rasa, dan dibuat seolah untuk keluarga sendiri. Pelanggan pun merasa dekat dan terlibat, bahkan sering memberi ide menu baru.

Tak butuh waktu lama, bisnis kecilnya berkembang. Ia mulai menerima pesanan dalam jumlah besar, bahkan membuka pre-order harian.

Nyayu Miranti tidak ingin bergerak sendiri. Setelah bisnisnya mulai stabil, ia mulai melibatkan ibu-ibu tetangganya yang juga terdampak pandemi. Ada yang bantu produksi, ada yang bantu promosi, bahkan ada yang ikut belajar membuat menu baru untuk dijual dari dapur masing-masing.

BACA JUGA  Jadwal Pelantikan Kepala Daerah 2024 Batal Digelar Februari

“Pandemi ini memang berat, tapi kita bisa saling bantu. Kalau saya bisa bangkit lewat kuliner, ibu-ibu lain juga bisa,” katanya.

Dalam waktu singkat, kelompok kecil ini tumbuh menjadi jaringan UMKM rumahan. Masing-masing ibu memiliki produk andalan. Ada yang fokus pada kue kering, ada yang menjual masakan beku, ada pula yang menjual sambal dan bumbu siap pakai.

Bagi Nyayu, bisnis kuliner ini bukan hanya tentang makanan. Ini tentang keberanian untuk bertindak di saat sulit, tentang solidaritas sesama perempuan, dan tentang ketekunan yang tumbuh dari rasa cinta pada keluarga.

Ia membuktikan bahwa UMKM bukan hanya milik orang yang punya modal besar atau koneksi luas. UMKM bisa tumbuh dari dapur rumah, dengan niat yang tulus dan kemauan untuk belajar.

Kisah Nyayu Miranti menunjukkan bahwa bahkan dalam kondisi terburuk, selalu ada jalan bagi yang mau bergerak. Dari ibu rumah tangga biasa menjadi penggerak UMKM, ia menghadirkan harapan, satu masakan, satu dapur, satu keluarga pada satu waktu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.