Take a fresh look at your lifestyle.

Aksi Keji Begal di Buah Batu Berakhir: 1 Pelaku Diciduk, 1 Diburu

0

Pelaku begal di Buah Batu berinisial R alias K yang sempat melakukan pembacokan penumpang ojol wanita bernama Juwita telah tertangkap oleh jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Abdul Rahman menyampaikan peristiwa pembegalan yang menimpa korban terjadi pada Minggu 4 Mei 2025 dini hari kemarin.

“Pelaku (R) membacok korban yang tengah memesan ojek online (ojol) setelah gagal merampas handphone. Warga (di TKP) yang mendengar teriakan korban berhasil menangkap pelaku,” ungkap Budi, Senin 5 Mei 2025.

“Barang bukti berupa golok sepanjang 40 cm turut diamankan. Pelaku diketahui pernah melakukan pembegalan di beberapa lokasi di Bandung termasuk kawasan Masjid Raya Al Jabbar,” tuturnya menambahkan.

Aksi Keji Begal di Buah Batu Berakhir
Aksi Keji Begal di Buah Batu Berakhir

Saat beraksi, lanjut Budi, pelaku R bersama pelaku lain yang saat ini masih dalam pengejaran. Sementara akibat kejadian ini, korban mengalami luka berat dan kini dirawat di RS Bhayangkara Sartika Asih.

“Atas perbuatannya, pelaku begal ini dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Kami terus memburu pelaku lainnya dan akan menindak tegas pelaku kejahatan jalanan,” kata Budi.

Sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran publik, Kapolrestabes Budi menegaskan patroli kepolisian akan ditingkatkan, khususnya di jam-jam rawan dini hari.

Perwira menengah Polri itu menyatakan telah menginstruksikan seluruh unit untuk aktif melakukan patroli sejak tengah malam guna menekan angka kejahatan jalanan.

“Kehadiran polisi di lapangan menjadi penting, bukan hanya untuk menangkap pelaku tapi juga untuk mencegah kejahatan sebelum terjadi,” ujar Budi Sartono.

BACA JUGA  Gerebek Pesta Narkoba di Bandung, Dua Pengendar Sabu Dibekuk

Lebih jauh, Budi juga menegaskan personel kepolisian dibekali kewenangan untuk bertindak tegas sesuai koridor hukum apabila pelaku membahayakan nyawa petugas atau masyarakat.

“Tindakan terukur hingga tembak di tempat bisa diambil sebagai upaya perlindungan terhadap publik,” ucap Budi menandaskan.

Peristiwa ini kembali membuka mata masyarakat, ancaman kriminalitas jalanan masih membayangi, terutama pada jam-jam sepi.

Kesigapan aparat dan kewaspadaan warga dinilai menjadi kunci untuk menekan tindak kejahatan serupa ke depan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.