Take a fresh look at your lifestyle.

Warga yang Tinggal di Bantaran Sungai Diimbau Pindah, Ini Alasannya

0

Warga yang tinggal di bantaran sungai diimbau pindah oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana.

Imbauan ini bukan tanpa alasan mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini, risiko banjir dan longsor semakin meningkat

Lantaran rawan bencana, Pemerintah Kota Bandung bersama BPBD dan dinas terkait telah melakukan pemetaan wilayah berisiko tinggi.

Maka warga yang tinggal di bantaran sungai diminta segera mempertimbangkan relokasi ke tempat atau hunian tetap yang lebih aman di Bandung.

Meski tidak mudah bagi sebagian warga untuk meninggalkan rumah yang sudah lama dihuni, imbauan ini datang dengan niat baik mencegah bencana sebelum terjadi.

Sosialisasi pun terus digencarkan oleh aparat setempat, dibarengi dengan pendekatan persuasif agar warga memahami urgensinya dan bersedia pindah secara sukarela.

Warga yang Tinggal di Bantaran Sungai Diimbau Pindah (Dok/Humas Bdg)
Warga yang Tinggal di Bantaran Sungai Diimbau Pindah (Dok/Humas Bdg)

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya maksimal dalam menangani banjir yang kerap melanda wilayah kota, terutama saat cuaca ekstrem.

Salah satu langkah yang sedang dilakukan yaitu penambahan kolam retensi dan titik-titik serapan air baru untuk membantu menampung dan menyerap limpasan air hujan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan tantangan utama dalam penanganan banjir adalah terbatasnya kapasitas drainase yang sudah tidak memadai.

Selain itu, kata Mantan Anggota DPR RI itu, ada penyempitan aliran sungai akibat pertumbuhan permukiman di bantaran.

“Kita sedang menambah titik kolam retensi dan membuat konsep baru berupa titik-titik penyerapan air. Tapi masalahnya, sungai makin sempit karena rumah-rumah di pinggir sungai terus bertambah,” ungkap Farhan, Jumat 23 Mei 2025.

BACA JUGA  Ramalan Cuaca Bandung Hari Ini per Jam 9 Juli 2025

Banjir yang terjadi dari wilayah Lembang hingga kawasan Setiabudi dan Cipaganti menjadi bukti bahwa sistem drainase yang ada belum mampu menampung volume air berlebih.

“Ketika saluran air di atas dibuka, tapi di bawahnya sempit, maka airnya akan meluap ke pemukiman. Itu yang sekarang kita alami,” kata Politisi Partai Nasdem itu.

Untuk sementara, Pemkot Bandung menggunakan pompa air untuk mengalihkan arus sebagai solusi jangka pendek.

Farhan menegaskan bahwa solusi jangka panjang adalah melakukan relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai utamanya di sejumlah titik yang rawan.

“Saya tidak mengancam, tapi banjir makin lama makin berbahaya. Ini tanda alam. Maka saya mengimbau warga di bantaran sungai untuk pindah secara sukarela demi keselamatan,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Kembang itu menyadari relokasi bukan hal mudah. Perlu pendekatan manusiawi.

“Secara aturan, bisa saja dibongkar. Tapi menggusur orang bukan seperti menggusur domba. Harus pakai perasaan. Saya akan terus imbau dan saya bela perasaan warga,” tutur Farhan menandaskan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.