Transformasi Digital di Indonesia: Pemda Perlu Kembangkan Talenta Digital
Talenta digital di daerah yang andal menjadi penggerak transformasi digital di Indonesia. Untuk itu setiap pemerintah daerah (pemda) perlu mengembangkannya.
Keberadaan sumberdaya yang memiliki kompetensi digital akan mampu mengoptimalkan infrastruktur dan ekosistem untuk mewujudkan transformasi digital di Indonesia.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bonifasius Wahyu Pudjianto menyatakan talenta digital menjadi kunci dalam inovasi digital di daerah.
“Tanpa kehadiran manusia yang memiliki kecakapan digital yang memadai, seluruh upaya transformasi tidak akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun pemerintahan,” ungkap Bonifasius dikutip Wartawan.id.

Kementerian Komdigi menyiapkan program khusus untuk membekali para pemimpin dengan pemahaman strategis mengenai tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.
Menurut Bonifasius, dengan pelatihan ini setiap pemimpin dapat memahami arti penting arah digitalisasi agar inovasi tidak terhambat di tingkat pengambilan keputusan.
“Kami hadirkan program kepemimpinan digital ini yang juga dapat menyasar pimpinan daerah seperti bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota hingga kepala dinas,” tuturnya.
Kepala BPSDM Kementerian Komdigi menekankan perubahan pola pikir dan budaya birokrasi menjadi aspek penting dalam proses transformasi digital di Indonesia
Oleh karena itu, selain Program DLA, Kementerian Komdigi juga menghadirkan Pelatihan Government Transformation Academy (GTA) dalam Program Digital Talent Scholarship.
“Untuk memastikan proses digitalisasi mengakar dalam tata kelola organisasi dan pelayanan publik,” ucap Bonifasius.
Kedua layer Program DLA dan DTS, juga dilengkapi dengan upaya pengembangan literasi digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD).
“Layer ini mencakup literasi digital dasar yang ditujukan kepada masyarakat luas,” kata Bonifasius.
Program ini bertujuan untuk membangun pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan ruang digital secara bijak dan aman, termasuk dalam aktivitas pendidikan, perdagangan, layanan kesehatan, hingga pelayanan sosial,” ungkapnya menambahkan.
Melalui ketiga layer program DLA, DTS dan GNLD, Kementerian Komdigi menunjukkan komitmen menciptakan ekosistem sumberdaya manusia digital yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM unggul yang akan menjadi penggerak transformasi digital Indonesia,” ujarnya menandaskan.