Nama Glughava sering muncul di TikTok belakangan ini. Mulai dari review jujur, video unboxing, sampai konten before after yang viral, semuanya membawa satu pesan yang sama brand skincare ini lagi naik daun.
Banyak yang mengira Glughava adalah brand besar dengan modal raksasa. Padahal, kalau ditarik mundur, perjalanan brand ini dimulai dari seorang ibu satu anak yang hidup sederhana di Bantul, Yogyakarta.
Dia adalah Rita Armila, sosok introvert yang justru sukses besar di industri kecantikan berkat keberaniannya membangun bisnis dari nol. Rita lahir di Sabuai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada 31 Desember 1995.
“Sejak 2016 aku bilang ke orang tua, jangan kirim uang lagi. Aku pengen mandiri,” ungkap Rita kepada wartawan.
Perjalanan pemilik akun TikTok dengan nama @maminyaglughava ini tidak selalu mulus.
Pada tahun 2015–2016 ia sempat ikut MLM, sebuah fase yang justru membuka banyak hal dalam hidupnya.
“Aku nggak dapat materi, tapi aku dapat ilmu kehidupan. Dulu di MLM aku punya ratusan jaringan dalam tiga bulan. Semua dimulai dari mindset kalau pikiran kita itu membawa tindakan,” katanya.
Setelah fase MLM, ambisinya untuk punya brand sendiri semakin kuat. Momen yang paling membekas adalah ketika ia masuk ke sebuah salon di Jakarta dan melihat foto pemilik salon terpajang besar di dinding.
“Aku lihat itu dan langsung mikir aku harus punya brand sendiri. Harus bisa kayak gitu,” ungkap Lulusan D3 Administrasi Negara STIA AAN Yogyakarta itu.
Rita kemudian kembali ke Kalimantan dan mencoba menjual skincare berbahan herbal rempah-rempah.
Modalnya kecil, stoknya sedikit, dan dia hanya menjual sekitar 20 pcs. Dari penjualan itu dia mendapatkan Rp200.000 pertama.

Pada 2018, lahirlah brand skincare pertamanya, Jeng R. Sistem bisnisnya adalah kemitraan dan distribusinya berkembang cepat hingga ke Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.
Meski Jeng R cukup berhasil, Rita sempat mengalami gelombang. Seiring waktu bermodal keyakinan, keinginannya untuk berevolusi inilah yang kemudian melahirkan Glughava.
Brand Glughava resmi tercetus pada 2021. Nama ini punya arti yang dalam bagi Rita.
“Glu itu dari Glutathione, bahan aktif antioksidan kuat. Ghava aku ambil dari nama anakku,” kata Pebisnis muda yang kini tinggal di Bantul itu.
Menariknya, peluncuran Glughava terjadi tanpa perencanaan besar. Saat produk masih berupa sampel dari pabrik, Rita membuat konten ringan di TikTok. Kontennya sederhana, hanya menjelaskan manfaat produk.
Tapi video itu tiba-tiba viral, masuk FYP, dan memicu banyak permintaan. Rita langsung menghubungi pabrik untuk melakukan PO dalam jumlah besar, dan di situlah perjalanan Glughava benar-benar dimulai.
Salah satu produk yang membuat Glughava dikenal luas adalah inovasi collagen drink ukuran 50 gram.
Format kecil ini jarang dijumpai di pasaran dan ternyata sangat disukai konsumen karena lebih terjangkau dan cocok untuk dicoba sebelum membeli ukuran besar.
Permintaan di marketplace meningkat drastis. Banyak pengguna TikTok membuat review tanpa diminta, affiliator mulai tertarik karena sistemnya mudah, dan brand ini tumbuh cepat dari hari ke hari.
“Gak nyangka bisa kayak gini. Di luar ekspektasi. Sampai sekarang pun aku kadang mikir, kok bisa ya,” ucap Rita sambil tertawa.
Di balik kesuksesan itu, omzet Glughava pun mencuri perhatian. Rita menyebut bahwa di momen ramai, penjualannya bisa mencapai Rp7 miliar per bulan, sementara omzet terendah saja masih berada di kisaran Rp3,5 miliar.
“Ini pekerjaan hobiku. Aku kerja bukan buat kaya, ini hobiku,” ujarnya.
Meski begitu, Rita yang sekarang mempunyai ratusan ribu pengikut di TikTok tetap memiliki mimpi besar. Ia ingin brand-nya menjadi sumber manfaat bagi banyak orang.