Take a fresh look at your lifestyle.

Sampah Antariksa di Lampung Bikin Heboh, Bekas Roket Tiongkok?

0

WARTAWAN.ID – Kabar adanya sampah antariksa di Lampung bikin heboh warga akhir pekan kemarin. BRIN memastikan benda bercahaya itu bekas roket Tiongkok yang masuk atmosfer Bumi.

Fenomena langit yang tidak biasa sempat menghebohkan warga di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Lampung dan Banten.

Sebuah benda bercahaya terang melintas di langit malam dan memicu rasa penasaran sekaligus kekhawatiran. Banyak yang mengira itu meteor, bahkan ada yang menyebutnya sebagai benda jatuh dari luar angkasa.

Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan bahwa fenomena tersebut bukanlah meteor, melainkan sampah antariksa di Lampung yang berasal dari sisa roket milik Tiongkok.

Menurut penjelasan ahli BRIN, benda bercahaya yang terlihat di langit Lampung itu merupakan pecahan dari roket luar angkasa yang telah menyelesaikan misinya.

Ketika kembali memasuki atmosfer Bumi, bagian roket tersebut terbakar akibat gesekan dengan udara. Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru dalam dunia antariksa.

Sampah antariksa atau space debris adalah bagian dari wahana luar angkasa yang sudah tidak digunakan, seperti potongan roket atau satelit yang rusak.

Dari hasil analisis visual, para peneliti menyebutkan bahwa objek tersebut bergerak relatif lambat dan kemudian terpecah menjadi beberapa bagian saat memasuki atmosfer.

Ciri ini menjadi salah satu indikator bahwa benda tersebut bukan meteor, melainkan sampah antariksa.

Diduga Berasal dari Roket China

Lebih lanjut, BRIN mengidentifikasi bahwa sampah antariksa di Lampung itu kemungkinan besar berasal dari roket Tiongkok, tepatnya jenis Long March (CZ-3B). Roket ini sebelumnya digunakan untuk misi peluncuran satelit.

Ketika bagian roket tersebut kembali ke atmosfer, panas ekstrem membuatnya terbakar dan terlihat seperti bola api yang melintas di langit.

BACA JUGA  Penasaran Film Dokumenter Pesta Babi Tentang Apa? Ini Ulasannya

Dalam beberapa kasus, pecahan kecil bisa saja mencapai permukaan Bumi, meskipun sebagian besar akan habis terbakar di udara.

Peneliti juga menegaskan bahwa fenomena ini memiliki risiko yang sangat kecil bagi manusia. Hal ini karena sebagian besar material akan hancur sebelum mencapai tanah.

Salah satu pertanyaan yang banyak muncul adalah: kenapa sampah antariksa bisa terlihat begitu jelas dari Bumi? Jawabannya terletak pada proses masuknya benda ke atmosfer.

Ketika objek dari luar angkasa memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi, gesekan dengan udara menghasilkan panas yang sangat besar.

Panas inilah yang membuat benda tersebut berpijar terang, bahkan terlihat seperti bola api atau garis cahaya panjang di langit.

Fenomena ini sering kali disebut sebagai “re-entry” atau masuk kembali ke atmosfer. Dalam kondisi tertentu, terutama saat langit cerah dan malam hari, cahaya dari benda tersebut bisa terlihat sangat jelas oleh mata manusia.

Viral di Media Sosial

Tak butuh waktu lama, video dan foto dari fenomena ini langsung viral di media sosial. Banyak warga yang mengabadikan momen langit bercahaya tersebut, bahkan ada yang mengira itu pertanda kejadian luar biasa.

Beberapa unggahan memperlihatkan benda tersebut melintas perlahan, lalu pecah menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya menghilang. Reaksi netizen pun beragam, mulai dari kagum hingga khawatir.

Fenomena seperti ini memang sering menimbulkan spekulasi, terutama karena tidak semua orang familiar dengan istilah sampah antariksa.

Secara umum, sampah antariksa memang menjadi perhatian global. Jumlahnya yang terus bertambah di orbit Bumi dapat berpotensi mengganggu satelit aktif dan misi luar angkasa.

BACA JUGA  Akbat Gempa, Ribuan Warga Pesisir Selatan Cilacap Mengungsi

Namun untuk kasus sampah antariksa di Lampung, para ahli memastikan bahwa risiko terhadap manusia sangat kecil. Hal ini karena beberapa alasan, antara lain:

  • Sebagian besar material terbakar habis di atmosfer
  • Pecahan yang tersisa biasanya sangat kecil
  • Area jatuhnya sulit diprediksi, tetapi peluang mengenai pemukiman sangat rendah

Meski begitu, para ilmuwan tetap memantau pergerakan sampah antariksa secara global untuk mengantisipasi kemungkinan risiko di masa depan.

Berpotensi Semakin Sering Terjadi?

Seiring meningkatnya aktivitas peluncuran roket dan satelit di seluruh dunia, jumlah sampah antariksa juga ikut bertambah. Ini membuat fenomena seperti yang terjadi di Lampung berpotensi lebih sering terlihat.

Beberapa negara dan lembaga antariksa kini mulai mengembangkan teknologi untuk mengurangi sampah di orbit, termasuk sistem pembersihan debris dan desain roket yang lebih ramah lingkungan.

Namun, hingga saat ini, sampah antariksa masih menjadi tantangan besar dalam eksplorasi luar angkasa. BRIN mengimbau masyarakat agar tidak panik jika melihat fenomena serupa di masa depan.

Jika menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa sampah antariksa, sebaiknya tidak langsung menyentuhnya dan segera melapor ke pihak berwenang.

Hal ini penting karena beberapa material bisa saja mengandung zat tertentu atau masih memiliki suhu tinggi saat baru jatuh ke permukaan.

Fenomena sampah antariksa di Lampung menjadi pengingat bahwa aktivitas manusia di luar angkasa memiliki dampak hingga ke Bumi.

Meski terlihat menakutkan, kejadian ini sebenarnya merupakan proses alami dari benda luar angkasa yang kembali ke atmosfer.

Dengan penjelasan dari para ahli, masyarakat kini bisa lebih memahami bahwa tidak semua benda bercahaya di langit adalah meteor.

Dalam beberapa kasus, itu hanyalah “sampah” dari teknologi canggih yang pernah menjelajah luar angkasa. Dan siapa sangka, sesuatu yang disebut sampah justru bisa menciptakan pemandangan langit yang begitu spektakuler.

BACA JUGA  Iran Undang Presiden Palestina ke Taheran, Ada Apa?
Leave A Reply

Your email address will not be published.