Puluhan Remaja di Indramayu Pesta Miras, 7 Positif Narkoba
Sebanyak 61 remaja tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta miras di kawasan Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Dari jumlah tersebut, 59 orang di antaranya merupakan laki-laki dan dua orang perempuan. Dari puluhan remaja yang diamankan, 7 terdeteksi positif memakai narkoba.
Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasi Humas Polres Indramayu Iptu Junata menjelaskan bahwa razia pesta miras ini merupakan bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Hal ini, lanjut Perwira pertama Polri itu, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Indramayu.
“Pada saat razia, kami mengamankan total 61 orang yang sedang berpesta miras. Semuanya langsung kami bawa ke Mapolres Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Junata dalam keterangannya kepada Wartawan.id.
Setibanya di Mapolres Indramayu, lanjut Junata, petugas melakukan penggeledahan badan dan tes urine. Hasilnya, tujuh orang diketahui positif menggunakan narkoba (sabu dan obat keras tertentu).
“Mereka yang positif narkoba langsung kami pisahkan untuk diproses lebih lanjut, sementara yang lainnya diberikan pembinaan,” ungkapnya.
Selain itu, kata Junata, polisi juga memanggil orang tua masing-masing pemuda dan pemudi tersebut untuk diberikan pengarahan agar lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka.
“Petugas juga memeriksa kendaraan yang digunakan para remaja untuk memastikan tidak ada senjata tajam atau barang berbahaya lainnya. Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan senjata tajam,” tutur dia.
“Razia ini menunjukkan komitmen Polres Indramayu dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah penyalahgunaan narkoba dan miras di kalangan remaja,” kata Junata.
Di temoat lain, Kapolsek Balongan AKP Dedi Wahyudi berhasil mengamankan dua tersangka atas dugaan transaksi narkoba berinisial, MF (22) dan T (29).
“Penangkapan dua tersangka narkoba di Desa Gelarmandala berkat informasi dari warga yang peduli terhadap lingkungannya. Keberhasilan ini membuktikan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkapnya.
Menurut Dedi, kerjasama yang baik antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif
Lebih jauh, Dedi Wahyudi juga menekankan bahwa patroli dan razia akan terus ditingkatkan, terutama menjelang bulan Ramadhan, untuk mencegah berbagai potensi kejahatan.
“Keberhasilan ini bukan hanya sekadar penangkapan dua tersangka, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba dan melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan,” kata dia.
Lebih jauh lagi, Dedi menyebut kejadian pengungkapan kasus narkoba ini menggarisbawahi pentingnya kemitraan antara polisi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Polisi berharap kerjasama ini akan terus berlanjut dan semakin kuat, sehingga Indramayu dapat terbebas dari ancaman kejahatan dan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan damai,” ungkap Dedi menegaskan.