Take a fresh look at your lifestyle.

Perang Iran-Israel Terbaru, SBY: Dunia Diambang Malapetaka

0

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut memberikan pandangannya atas konflik perang Iran-Israel terbaru yang kini kian memanas dan membahayakan.

Perang Iran-Israel terbaru menarik perhatian dunia. Setelah sekian lama hanya terjadi ketegangan di perbatasan dan operasi rahasia, kini konflik kedua negara ini lebih terbuka.

Pada Juni 2025, Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran, yang memicu balasan dari Iran berupa rudal balistik dan drone yang mengarah ke wilayah Israel.

Ketegangan ini jelas menunjukkan bahwa kedua negara tidak lagi sekadar saling mengancam, tetapi benar-benar terlibat dalam aksi militer karena saling balas membalas.

Dihimpun Wartawan.id dari berbagai sumber, Israel mengklaim serangan yang dilakukan untuk mencegah Iran mencapai ambang batas pengembangan senjata nuklir.

Israel yang menjajah Palestina dengan biadab khawatir dengan program nuklir Iran, akhirnya memutuskan untuk bertindak lebih dengan menghancurkan fasilitas nuklir utama di Iran.

Sementara itu, Iran merasa diserang secara tidak sah dan meluncurkan balasan dengan rudal dan serangan udara, menargetkan beberapa kota besar di Israel. Inilah yang memicu eskalasi besar dalam perang Iran Israel terbaru ini.

Melalui unggahan di akun X (Twitter) pribadinya, SBY mengatakan saat ini, situasi di Timur Tengah semakin berbahaya. Jika Perang Iran-Israel menjadi “out of control”, dunia benar-benar diambang malapetaka.

“Masa depan dunia, dari sisi perdamaian dan keamanan, ke depan ini akan ditentukan oleh lima orang kuat (strong men),” ungkap Petinggi Partai Demokrat itu.

“Yang pertama dan kedua adalah Benjamin Netanyahu dan Ali Khamenei. Sedangkan yang ketiga, keempat dan kelima (yang lebih kuat lagi) adalah Donald Trump, Vladimir Putin dan Xi Jinping,” tutur SBY menambahkan.

BACA JUGA  KPK Geledah Rumah dan Kantor Eks Kepala BPPN

Lebih lanjut, SBY berharap kelima pemimpin tersebut oleh Tuhan diberikan kearifan jiwa dan kejernihan pikiran dalam mengambil keputusan dan tindakan.

“Jangan ada salah keputusan dan “miscalculation” (salah hitung). Kalau gegabah dan salah, akan menimbulkan kematian dan kehancuran yang dahsyat di banyak bangsa dan negara,” ucapnya.

Disampaikan SBY, sejarah mencatat, banyak peperangan yang berangkat dari ego dan ambisi para pemegang kekuasaan (power holders).

“Dari abad ke abad, selalu ada “warlike leaders“ (pemimpin yang sangat gemar berperang). Padahal, sejatinya manusia sedunia lebih mencintai kedamaian dan perdamaian,” ungkapnya.

“Perang besar, apalagi Perang Dunia ke-3, masih bisa dicegah. Harus bisa dicegah. Waktu dan jalan masih ada,” kata SBY di akhir unggahanya di akun X @SBYudhoyono.

Banyak pihak khawatir apakah perang Iran-Israel terbaru ini bisa meluas dan melibatkan negara-negara lain, terutama dengan adanya potensi ancaman nuklir dari kedua belah pihak.

Sebagai kekuatan besar di Timur Tengah, baik Israel maupun Iran memiliki kemampuan militer yang cukup canggih.

Keduanya sudah menunjukkan kemampuan untuk melakukan serangan jarak jauh yang bisa menjangkau wilayah musuh. Hal ini membuka peluang terjadinya perang yang lebih meluas dan mempengaruhi kestabilan global.

Di sisi lain, negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa juga mulai memberikan peringatan.

Meskipun Amerika lebih condong mendukung Israel, mereka juga berusaha menghindari konfrontasi langsung.

Sementara itu, Iran yang merasa terus ditekan oleh serangan udara Israel mengancam untuk melibatkan negara-negara sekutunya.

BACA JUGA  DPR Usulkan Bentuk TPF Penyanderaan di Papua

Konflik ini bisa sangat berbahaya, mengingat Timur Tengah adalah kawasan yang sudah penuh dengan ketegangan.

Meskipun begitu, ada juga harapan agar perang Iran Israel terbaru ini bisa diselesaikan dengan jalan diplomatik.

Negara-negara seperti Rusia dan China sudah mulai berupaya menawarkan mediasi, tetapi dengan kondisi yang semakin buruk, banyak yang ragu apakah perundingan bisa efektif.

Seperti yang kita ketahui, kedua negara ini memiliki sejarah panjang ketegangan, dan jalan damai bukanlah hal yang mudah dicapai.

Di tengah Perang Iran-Israel terbaru yang situasinya semakin memanas, kita sebagai masyarakat dunia perlu terus mengikuti perkembangan ini dengan bijak.

Tidak hanya sebagai penonton, tetapi dengan kesadaran bahwa konflik ini bisa berpengaruh langsung pada kehidupan kita.

Mulai dari harga energi yang berpotensi naik, hingga dampak sosial dan ekonomi global yang dapat terjadi jika perang ini semakin meluas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.