Take a fresh look at your lifestyle.

Mahasiswa KKN UGM Meninggal di Maluku Tenggara

0

Dua mahasiswa KKN UGM meninggal di Maluku Tenggara akibat kecelakaan laut. Berikut kronologi lengkap, respons kampus, dan penghormatan terakhir untuk para korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun diketahui jika dua mahasiswa KKN UGM meninggal itu setelah longboat yang mereka tumpangi terbalik di perairan sekitar Pulau Wahru.

Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak, dan civitas akademika Universitas Gadjah Mada. Korban gugur saat mengabdi kepada masyarakat lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kedua mahasiswa yang meninggal adalah Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo. Dari kabar yang telah terkonfirmasi, musibah terjadi saat mahasiswa mengambil material pasir untuk rehabilitasi terumbu karang.

Di tengah perjalanan pulang, gelombang besar datang dan menyebabkan kapal terbalik. Tim SAR berhasil menyelamatkan 9 penumpang, sementara dua mahasiswa UGM ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Insiden tragis ini tak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan penting akan bahaya di lapangan yang bisa mengancam siapa saja, bahkan dalam kegiatan pengabdian.

Banyak yang kini bertanya-tanya bagaimana kronologi lengkapnya? Apa langkah UGM selanjutnya? Melalui artikel ini, Wartawan.id bakal mengulasnya lebih dalam.

Menurut laporan dari Tim SAR Ambon, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.07 WIT, saat enam mahasiswa UGM dan lima warga lokal hendak kembali setelah mengambil pasir untuk program revitalisasi terumbu karang (Artificial Patch Reef/APR).

Kabarnya, gelombang tinggi dan angin kencang tiba-tiba menghantam kapal mereka hingga terbalik. Tim SAR yang segera bergerak dari Pos Tual berhasil menyelamatkan sembilan orang.

Namun, korban jiwa ditemukan satu per satu: almarhum Septian diketahui tewas pada malam harinya, sementara Bagus ditemukan sekitar pukul 23.00 WIT, dan jenazahnya langsung dievakuasi ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

BACA JUGA  Cak Imin: Kita Smart Tapi jangan Khianat

Kecelakaan ini meninggalkan luka mendalam bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga kampus dan masyarakat setempat.

Keduanya bukan hanya mahasiswa biasa Septian Eka Rahmadi merupakan mahasiswa Teknik Informasi UGM dan termasuk aktif di berbagai organisasi dan kegiatan sosial kampus .

Salah satu perwakilan dari UGM Dr. dr. Rustamadji selaku Direktur Pengabdian kepada Masyarakat—menyampaikan rasa duka yang mendalam.

Dia menyebut Septian sebagai sosok yang cerdas, rendah hati, dan berkomitmen tinggi dalam setiap aktivitas, baik akademik maupun kegiatan pengabdian masyakarat.

Sedangkan Bagus Adi Prayogo, yang juga aktif di program KKN-PPM Unit Manyeuw, dinyatakan hilang terlebih dulu sebelum akhirnya ditemukan meninggal malam itu.

Tim SAR dan masyarakat lokal bekerja keras melacak keberadaannya sepanjang hari sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Evakuasi pun berjalan dramatis dan penuh ketegangan. Sembilan penumpang berhasil diselamatkan, sementara dua mahasiswa meninggal satu ditemukan pada malamnya, dan satu lagi di malam harinya.

Jenazah langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk selanjutnya dipulangkan ke kampung halaman masing-masing dan diurus oleh pihak keluarga serta UGM.

UGM, melalui Direktur Pengabdian kepada Masyarakat, bersama Fakultas Teknik dan Kagama Maluku Tenggara, bergerak cepat dalam menangani musibah ini.

Mereka memastikan proses evakuasi, pendampingan psikologis bagi keluarga dan anggota KKN yang selamat, serta mengurus pemulangan jenazah.

UGM juga menegaskan akan mengevaluasi protokol keselamatan lapangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Mereka memberikan apresiasi tinggi kepada tim SAR, masyarakat, Bupati Maluku Tenggara, serta dinas-dinas terkait yang cepat membantu.

BACA JUGA  KPK Diminta Periksa Puan Maharani, PDIP Meradang

Tragedi ini mengingatkan kita bahwa pengabdian masyarakat bukan tanpa risiko apalagi di wilayah terpencil dengan kondisi laut yang tak bisa diprediksi.

Dua mahasiswa UGM KKN meninggal itu rela mengorbankan nyawa demi tugas sosial dan sains demi kebutuhan masyarakat pesisir Maluku Tenggara.

Kita patut menghargai dedikasi mereka, dan juga memberi dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan serta teman-teman KKN mereka yang mungkin terkena trauma.

Semoga semangat mereka tetap menginspirasi generasi muda, dan kampus serta lembaga terkait semakin memperkuat protokol keselamatan lapangan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.