Warga Bandung sukses mengelola sampah secara mandiri dengan mengubah sampah residu menjadi Biomass Compact Fuel (BCF) atau bio massa. Ide inspiratif dilahirkan warga RW 07 Kelurahan Sarijadi Kota Bandung.
Ketua RW 07 Sarijadi, Dedy Dharmawan menjelaskan, program pengolahan sampah telah dijalankan sejak tahun 2021, termasuk pengolahan sampah residu yang biasanya sulit ditangani.
“Informasi yang beredar menyebutkan bahwa sampah residu masih boleh dibuang. Tapi di sini tidak, kami mengolahnya menjadi bio massa. Bisa dibilang, output-nya lebih halus dari RDF,” ungkap Dedy dalam keterangannya.
Setiap harinya, lanjut Dedy, warga di RW 07 mampu mengolah sekitar 100 kilogram sampah residu dan 150 kilogram hingga 200 kilogam sampah organik.
Berdasarkan informasi yang diterima Wartawan.id, Biomass Compact Fuel (BCF) atau bio massa dapat digunakan sebagai sumber tenaga bahan bakar dan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, pakan ternak, dan lain-lain.
Dijealaskan Dedy, ada banyak tantangan utama dalam memulai ide inspiratif ini. Salah satunya sosialisasi ke masyarakat yang harus dilakukan rutin dan masif.
Kendati demikian, Dedy bersyukur secara bertahap dengan pendekatan yang baik, warga mulai memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Kami melakukan sosialisasi door-to-door. Awalnya memang tidak mudah, tetapi ketika warga melihat contoh nyata, mereka pun mendukung pemilahan sampah di sumbernya,” kata Dedy.
Dedy pun mengajak semua warga Bandung untuk ikut serta dalam gerakan mengolah sampah menjadi bio massa ini.
“Regulasi (aturan dari Pemkot Bandung) sudah ada, anjuran agama juga sudah ada. Tinggal kemauan kita untuk bertindak. Warga Bandung terkenal semangat dan kompak, jadi jangan ragu untuk mulai memilah sampah dari rumah,” tegasnya.
Keberhasilan dan konsistensi RW 07 Kelurahan Sarijadi telah membuktikan bahwa pengelolaan sampah mandiri bukan hanya impian, tetapi bisa diterapkan dengan baik jika ada kesadaran dan kerja sama dari warga.
Kini, mereka siap menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Sementara itu, inovasi ini mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. Dia bahkan meninjau langsung pengolahan sampah di lokasi tersebut.
“Kami meninjau RW 07 terkait pengelolaan sampah dan ternyata sampah di RW ini dapat diselesaikan oleh warganya sendiri,” ujar Erwin.
Menurutnya, sistem pengolahan yang diterapkan sangat sederhana namun efektif. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dan residu dicacah menjadi bio massa atau BCF.
RW 07, diutarakan Erwin, menjadi salah satu wilayah di Kota Kembang yang berhasil menerapkan pengelolaan sampah berbasis komunitas tanpa ada limbah yang keluar dari area tersebut.
“Kami akan berdiskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung agar metode ini bisa menjadi percontohan bagi RW lainnya,” kata Politisi PKB itu menandaskan.