Take a fresh look at your lifestyle.

Indonesia Jadi Negara Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates

0

Kabar Indonesia jadi negara uji coba vaksin TBC Bill Gates cukup menghebohkan publik. Beragam reaksi pun diungkapkan masyarakat Tanah Air.

Vaksin yang dikembangkan Bill & Melinda Gates Foundation bersama sejumlah mitra global ini dirancang untuk mengatasi penyakit tuberkulosis (TBC).

Mengingat tingginya angka penderita TBC di tanah air, Indonesia dipilih sebagai salah satu lokasi strategis untuk menguji efektivitas vaksin ini tersebut.

Proyek uji coba vaksin TBC Bill Gates ini merupakan bagian dari upaya global memerangi penyakit menular yang menempati urutan atas penyebab kematian di dunia.

Dengan dukungan teknologi dan dana dari Bill Gates, uji klinis vaksin TBC diharap memberikan solusi nyata bagi penanganan TBC secara lebih cepat dan efektif.

Meski tujuannya baik, kabar bahwa Indonesia jadi negara ujicoba vaksin TBC Bill Gates juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Banyak yang mempertanyakan keamanan, transparansi, dan motif di balik uji coba ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami latar belakang, manfaat vaksin ini di Indonesia.

Indonesia Jadi Negara Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates (Ilustrasi/Pixabay)
Indonesia Jadi Negara Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates (Ilustrasi/Pixabay)

BPOM menerangkan uji klinik yang berjalan di Indonesia saat ini merupakan uji klinik fase 3 yang dilaksanakan multinasional dan multicenter di beberapa negara.

Yaitu Vietnam, Afrika Selatan, Malawi, Kenya, Mozambik, Zambia, dan Indonesia. Uji klinik merekrut sekitar 20.000 subjek secara total dan di Indonesia ditargetkan merekrut 2.095 subjek.

Ada 5 sentra uji klinik di Indonesia yang akan dilibatkan pada proses uji klinik ini, antara lain Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, RS Universitas Indonesia.

Lalu, Research Center for Care and Control of Infectious Disease (RC3ID) Universitas Padjadjaran, RS Islam Jakarta Cempaka Putih, dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

BPOM juga telah melakukan inspeksi di sentra uji klinik tersebut untuk memastikan uji dilakukan sesuai standar Cara Uji Klinik yang Baik (CUKB).

BACA JUGA  Kemarau Basah Sampai Kapan? Ini Penjelasan BMKG dan Fakta di Lapangan

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan vaksin ini memiliki keamanan yang tinggi, namun efikasi belum diketahui. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji klinik fase 3, yang merupakan tahap yang penting.

“Kita harus tahu kegunaannya karena menyangkut efek samping. Kita berharap hasilnya bagus,” tuturnya.

“Apa untungnya bagi indonesia? Berdasarkan epidemiologi, penyakit TB terbesar kedua di dunia adalah indonesia, setelah India,” ungkap Taruna menambahkan.

Artinya, lanjut dia, rakyat Indonesia sangat butuh pengobatan TB. Kita butuh variasi pengobatan baru, dengan penemuan ini, dampaknya akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Taruna menyampaikan konsep ABG (academic, business, and government) yang tengah diusung BPOM untuk mendorong inovasi.

Berdasarkan konsep tersebut, BPOM telah menjalin kerja sama dengan banyak kampus sebagai pusat inovasi. Juga berkolaborasi dengan Industri untuk mendukung pendanaan.

BPOM berperan untuk memfasilitasi kolaborasi untuk mendorong inovasi dan produktivitas. Harapannya, dengan konsep kolaborasi tersebut akan lebih banyak inovasi obat dan makanan yang lahir.

“Gates Foundation juga dapat berpartisipasi dalam konsep kolaborasi ini,” ucap Taruna.

Senior CMC Advisor Vaccine Development Rayasam Prasad menyampaikan apresiasi kepada BPOM atas upaya yang telah dilakukan untuk bermitra dengan Gates Foundation dan kontribusinya bagi negeri.

Sebelumnya, Gates Foundation telah bermitra dengan Indonesia melalui PT Biofarma untuk mendukung penelitian hingga produksi bagi pasokan global vaksin Polio Oral baru (nOPV), khususnya nOPV2.

Rayasam berharap ke depannya dapat berkolaborasi dengan BPOM dalam peningkatan kapasitas regulatori BPOM di bidang vaksin.

BACA JUGA  Fotografer Bandung Harumkan Nama Indonesia di Sony World Photography Awards 2025

”Gates Foundation mendukung upaya BPOM dan Biofarma serta akan berkolaborasi untuk [produksi] vaksin TB, termasuk Polio,” katanya.

Kami berharap [dari kolaborasi ini] akan dapat memproduksi vaksin-vaksin lainnya di masa depan, tidak hanya dalam konteks lokal, tapi untuk masyarakat global,” ujar Rayasam melanjutkan.

BPOM menyambut baik tawaran kerja sama tersebut, khususnya potensi kerja sama dan kolaborasi melalui skema dana hibah.

Substansi kegiatan yang akan dikerjasamakan mencakup penguatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ataupun sarana prasarana dan infrastruktur dalam hal pelaksanaan good practices (GMP, GDP, GCP).

Lalu, llaboratorium pengujian, uji klinik, regulatori/regulasi, serta pemberdayaan masyarakat (termasuk bagi kelompok rentan, dan pelaku usaha).

“BPOM mengharapkan dukungan terutama penguatan laboratorium pengujian, karena Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas sementara tantangan untuk penelitian dan pengujian sangat memerlukan hasil yang saintifik, evidence based,” ungkap Taruna

Kami mengapresiasi atas upaya dan kontribusi Gates Foundation pada perlindungan kesehatan global, khususnya pada eradikasi polio global dan pengembangan vaksin baru,” katanya menandaskan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.