Take a fresh look at your lifestyle.

Kumpulan Urban Heritage yang Kian Diminati Kalangan Milenial

0

Bagi sebagian kalangan milenial di Indonesia, urban heritage alias menikmati gedung-gedung atau bangunan bersejarah merupakan kegiatan yang mulai dilirik dan dicari

Alasannya karena kegiatan ini tak sekadar melihat bangunan tua dan memahami sejarah masa lampau, namun dicari untuk menjadi tempat nongkrong sebab instagramable.

Kenyataannya, jelajah urban heritage memang bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, apalagi tempat-tempat bersejarah kerap dijadikan tempat nongkrong yang ikonik sejak zaman dahulu.

Bahkan, saat ini sudah banyak kafe-kafe kekinian yang menggunakan bangunan tua bersejarah. Menariknya lagi, bangunan-bangunan tua tersebut sebenarnya juga sudah cukup hits di era 90-an, hingga menjadi salah satu tempat kumpul anak kekinian pada masanya.

Ditambah lagi, adanya program revitalisasi membuat bangunan-bangunan bersejarah yang hits pada zamannya kembali populer dan menjadi tempat nongkrong anak muda, sekaligus wadah kolaborasi para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

Lantas, di mana tempat nongkrong ikonik yang kental sejarah dan cocok untuk menikmati jelajah urban heritage?

Kawasan Blok M

Dikenal sebagai tempat hits di era 90-an, Blok M menjadi salah satu tempat nongkrong anak gaul Jakarta yang tidak pernah sepi.

Popularitas kawasan Blok M sudah dimulai sejak 70-an, tepatnya sejak dibangun Aldiron Plaza pada 1977.

Kehadiran pusat perbelanjaan tersebut turut menghadirkan lebih banyak restoran dan kafe, sehingga menjadikannya sebagai salah satu pusat hiburan populer di Jakarta pada masanya.

Sampai sekarang, popularitas Blok M seakan tidak ada habisnya. Setelah dilakukan tahap peremajaan, kawasan Blok M menjadi lebih hidup dan ramai.

Salah satu buktinya adalah kehadiran M Bloc Space dan Taman Literasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong anak muda era modern sekarang ini.

Jalan Melawai

Kawasan Blok M tidak bisa dipisahkan dengan Jalan Melawai, Jakarta Selatan. Dikenal sebagai jalan yang melegenda, Jalan Melawai menjadi salah satu tempat nongkrong anak gaul Jakarta era 80-an hingga 90-an.

BACA JUGA  4 Jenis Kaus Kaki dan 5 Manfaat Menggunakan Kaus Kaki yang Harus Kamu Ketahui

Pada masa itu, tepatnya pada 1983, berdiri mal “Melawai Plaza” yang menjadi satu-satunya pusat perbelanjaan modern di Jakarta kala itu.

Popularitas Jalan Melawai juga didukung dengan hadirnya gerai KFC pertama di Indonesia pada Oktober 1979.

Meski sudah hadir sejak puluhan tahun lalu, arsitektur KFC Melawai masih menonjolkan kesan klasik yang hangat layaknya jalan-jalan ke masa lampau.

Sampai sekarang, Jalan Melawai kerap menjadi tempat kumpul, hingga lokasi syuting berbagai film dan video klip.

Kota Tua

Urban heritage di Jakarta memiliki nilai sejarah dan selalu ramai dijadikan tempat nongkrong adalah kawasan Kota Tua. Salah satu ikon wisata Jakarta ini sarat akan nilai sejarah pemerintahan Kolonial.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya bangunan peninggalan bersejarah yang masih terawat dengan baik, seperti Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan Jembatan Kota Intan.

Sampai saat ini, Kota Tua Jakarta masih menjadi salah satu kawasan yang tidak pernah sepi pengunjung.

Bahkan, kawasan bersejarah ini menawarkan banyak aktivitas yang cocok digunakan untuk jelajah ke masa lampau, seperti naik sepeda ontel jadul atau wisata kuliner makanan tradisional.

Dago

Membahas tempat nongkrong hits di Bandung, Jawa Barat, kurang lengkap kalau tidak memasukkan kawasan Dago ke dalam daftar.

Awalnya, Dago merupakan pemukiman elit di masa Pemerintah Hindia Belanda pada 1950-1970. Setelah itu, Dago mulai menjadi pusat nongkrong anak muda hits pada masanya.

Bahkan, saat itu kawasan ini sudah menjadi pusat berkumpulnya para pelaku ekonomi kreatif yang berkontribusi dalam perkembangan Bandung sebagai “Kota Kreatif”.

BACA JUGA  Rekrutmen TNI AD 2026 Kapan Dibuka? Ini Jadwal dan Alur Pendaftarannya

Jalan Braga

Selain Dago, Bandung juga mempunya Jalan Braga. Jalan ikonik di ibukota Jawa Barat ini terkenal karena arsitekturnya, sejarahnya, dan daya tarik wisatanya.

Secara arsitektur, Jalan Braga memiliki bangunan-bangunan bersejarah bergaya kolonial dan art deco. Jalan ini juga memiliki lampu-lampu jalan klasik dan jalan berbatu alam, dan memiliki komplek toko dengan arsitektur kuno

Malioboro

Kawasan Malioboro menjadi salah satu kawasan di pusat Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta.

Konon, pemerintah Hindia Belanda saat itu membangun Malioboro sebagai pusat perekonomian dan pemerintahan pada awal abad 19.

Hebatnya, kawasan Malioboro memiliki peran penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, kawasan Malioboro berkembang sangat pesat dan menjadi pusat kehidupan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan tetap mempertahankan konsep asli zaman dulu, tidak heran jika sampai sekarang Malioboro sukses membuat para wisatawan untuk terus kembali ke Yogyakarta.

Leave A Reply

Your email address will not be published.