Take a fresh look at your lifestyle.

12 Tips Memulai Bisnis Kuliner

0 0

Memulai bisnis kuliner ternyata tidak cukup hanya dengan modal rasa yang enak. Philip Ruskin seorang instruktur bisnis asal New York menyebutkan pengelolaan restoran, konsep bisnis, pembiayaan, dan pemasaran menjadi hal yang juga penting dikembangkan.

Bahkan Adam Lathan selaku pendiri NYC’s Gumbo Brothers menjelaskan, saat Anda ingin memulai bisnis makanan yang sukses, Anda butuh bekerja lebih dulu dengan orang lain agar Anda memiliki pengalaman yang menguntungkan. Bagaimana menurut Anda?

Langkah-langkah Memulai Bisnis Kuliner

Memulai bisnis kuliner tak hanya butuh modal nekat, tetapi juga harus terencana dan memiliki strategi terukur. Bila perlu Anda membutuhkan bekal pengetahuan yang cukup sebelum itu.

Tips Memulai Bisnis Kuliner - wartawan id

 

Sebuah event kuliner internasional bernama International Culinary Center (ICC) yang berlangsung di New York selama enam minggu memberikan bekal penting bagi calon-calon pebisnis kuliner. Pemahaman lengkap tentang mengelola bisnis kuliner diajarkan di sini.

Namun, jika Anda tak memiliki kesempatan belajar lebih dulu, ada beberapa konsep dan langkah yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Merancang Business Plan yang Baik

Hal pertama yang perlu Anda lakukan sebelum memulai bisnis adalah riset. Anda mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk hal tersebut. Kenali bagaimana lanskap layanan kuliner yang akan dibuat, bagaimana target pelanggan, dan pesaing baru.

Apa saja yang bisa Anda petakan? Dalam hal ini adalah:

  • Definisi Target Pasar

Siapa target pasar Anda? baby boomers, gen x, gen y, atau gen z. Analisa bagaimana respon target pasar ini pada bisnis Anda. Misalnya apa yang akan mereka beli, mengapa mereka membeli, di mana mereka akan lebih nyaman menikmatinya.

  • Tentukan USP Bisnis

Unique Selling Point (USP) perlu Anda tentukan untuk sebuah bisnis kuliner. Misalnya, Anda membidik kuliner untuk keluarga muda, keluarga yang peduli dengan kualitas gizi yang bagus. Ini sudah membuat bisnis Anda memiliki keunikan dari yang lain.

  • Tentukan Style dari Restoran Anda

Bisnis kuliner kekinian mengacu pada style resto. Style resto atau tempat kuliner yang Anda buat juga harus ditentukan. Misalnya Anda menyuguhkan tampilan resto atau cafe yang casual, konsep malam hari, style natural, style etnik dan klasik atau yang lainnya.

  • Tentukan Tipe Menu

Tipe menu apa yang akan Anda suguhkan? Buatlah yang khas dan unik agar mudah dikenali, juga sesuai dengan kebutuhan pasar. Misalnya Anda fokus dengan menu diet, menu vegetarian, menu bebas gluten, menu ramah alergi dan sebagainya.

  • Tentukan Brand

Tetapkan branding bisnis Anda. Mulai dari logo, desain menu, musik yang digunakan, seragam pelayan, dan sebagainya. Gambarkan hal-hal tersebut sebagai bagian dari branding bisnis Anda.

2. Menentukan Lokasi Bisnis

Dalam menentukan lokasi bisnis setidaknya ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, apakah lokasi tersebut tepat untuk bisnis Anda atau tidak.

Tips Memulai Bisnis Kuliner - wartawan id

Apa saja indikatornya?

  • Biaya, apakah terjangkau dengan kemampuan Anda atau tidak.
  • Akses, apakah menjanjikan untuk calon pengunjung atau tidak.
  • Hal-hal teknis yang menghambat lokasi bisnis, misalnya kondisi tempat yang bising, parkiran sempit dan sebagainya.
  • Lokasi bisnis pesaing, apakah ada di dekat lokasi Anda atau tidak, hindari sebisa mungkin.

3. Sumber Pembiayaan

Tentukan dari mana sumber pembiayaan bisnis kuliner yang akan Anda jalankan, ada beberapa alternatif:

  • Dana simpanan pribadi.
  • Pinjaman keluarga atau teman.
  • Mengundang investor.
  • Dana hibah dari pemerintah atau swasta.

Kombinasikan pembiayaan di atas agar keuangan bisnis Anda bisa lebih kokoh dalam jangka waktu yang lama.

4. Menentukan Tata Letak Tempat Bisnis

Kelihatannya sederhana, tapi tahukah Anda bagi generasi milenial tata letak lokasi resto sangat penting sebagai daya tarik. Anda bisa bermitra dengan penata interior berpengalaman untuk menata resto. Namun, pastikan tata letak yang Anda sajikan disesuaikan dengan siapa target pasar yang Anda bidik.

Bagaimana memposisikan dapur, meja pengunjung, panggung hiburan, fasilitas parkir dan sebagainya sangat menentukan kenyamanan pengunjung.

5. Menentukan Supplier Bahan Baku

Bisnis kuliner yang menguntungkan bisa Anda rasakan jika Anda bisa mendapatkan supplier yang menawarkan harga bahan baku di bawah harga pasar.

Maka temukan supplier terbaik untuk bisnis Anda, di mana?

  • Grosiran di pasar.
  • Petani lokal.
  • Minta rekomendasi ke sesama pengelola restoran.
  • Mencari informasi di internet.

6. Mengurus Perizinan

Bisnis makanan membutuhkan proses perizinan yang lebih cepat dan mendesak jika ingin berkembang lebih pesat. Bukan hanya izin usaha tetapi soal kehalalan dan izin BPOM juga penting segera dilengkapi. Kecenderungan masyarakat yang mengedepankan dua hal tersebut membuat pengusaha makanan perlu segera mengurus perizinan jika bisnis makanan yang dikelolanya sudah semakin besar, termasuk jika membuka cafe atau restoran.

Bagaimana proses dan persyaratan perizinan bisa langsung Anda konsultasikan ke pihak layanan konsumen di MUI atau BPOM, atau lembaga yang mengurus perizinan tersebut.

7. Iklankan Bisnis Anda

Saat baru pertama kali dibuka, iklan dari mulut ke mulut orang-orang di komunitas Anda sangat penting untuk membuat orang datang berkunjung pertama kali. Lalu Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Membuat sebuah website khusus.
  • Promosi di akun media sosial.
  • Iklan di surat kabar lokal.
  • Membuat acara soft opening dengan mengundang wartawan, kerabat dan teman-teman dekat Anda.
  • Tawarkan paket promo grand launching untuk menarik para pengunjung pertama.

8. Manajemen SDM

Bisnis kuliner yang sukses juga ditentukan oleh bagaimana SDM yang bekerja bisa memiliki produktivitas yang baik. Sebagai pemilik bisnis Anda bisa membuat target-target kerja, target omset berdasarkan produktivitas kerja karyawan dan sebagainya.

Namun, jangan lupa memberikan hal-hal yang dapat mendukung kualitas dan produktivitas kerja dari karyawan atau SDM yang Anda miliki. Bagaimana caranya?

  • Memberikan gaji yang layak.
  • Memberikan bonus atau insentif lain bagi yang berprestasi dalam kerja.
  • Memberikan edukasi pelatihan.
  • Melakukan evaluasi atas kerja dan capaian yang diraih.

9. Meng-online-kan Bisnis

Bisnis kuliner online bisa menjadi tahapan pengembangan selanjutnya. Bagaimana Anda bisa hadir secara online dan mudah dijangkau oleh semua kalangan dengan ruang lingkup yang lebih luas. Manajemen secara online ini bisa dikelola secara khusus sehingga ada segmen pasar yang jelas dari ranah online. Beberapa cara yang bisa dilakukan misalnya:

  • Bergabung dengan marketplace.
  • Mengelola website profesional dalam jangka panjang.
  • Mengelola media sosial secara profesional.

Jangkauan lokasinya bisa tergantung dari jenis menu yang Anda sajikan. Target ke pasar lokal juga tetap bisa dioptimalkan melalui pengelolaan bisnis lokal.

Gunakan media dan jejaring sosial untuk mengiklankan bisnis sesuai dengan jangkauan lokasi yang lebih relevan. Selain itu, layanan delivery saat ini juga sangat disukai dan umumnya orang semakin dimanjakan dengan cara ini. Pastikan layanan ini tersedia dalam usaha bisnis Anda agar membuat pelanggan nyaman dan senang untuk selalu memesan saat mereka butuh.

10. Menggunakan Sistem Software untuk Pengelolaan Restoran

Saat bisnis Anda sudah berkembang, maka Anda seharusnya semakin fokus dengan pengembangan tersebut. Tidak lagi bingung mengatur dan mengontrol sistem seperti pembukuan, stok barang dan sebagainya.

Lalu bagaimana solusinya?

Itulah pentingnya Anda menggunakan produk software khusus restoran yang dapat membantu Anda melakukan manajemen yang lebih baik. Anda memang perlu investasi untuk pembelian software, tetapi percayalah kerja Anda akan semakin tersistem dengan cara ini dan Anda pun bisa lebih fokus ke pengembangan bisnis dalam jangka panjang. Menggunakan sistem ini juga membantu Anda terhindar dari risiko kelalaian karyawan, kecurangan atau hal-hal negatif yang tak diinginkan dalam pengelolaan restoran.

11. Evaluasi

Bagaimana Anda tahu bisnis Anda berhasil atau tidak? Caranya dengan melakukan evaluasi di akhir waktu pembukuan dengan rentang waktu yang Anda tetapkan, minimal satu tahun sejak usaha dibuka. Lakukan evaluasi berkala tentang kondisi ini untuk mencegah kebangkrutan secara tiba-tiba. Apa yang jadi masalah? Apakah faktor makanan, tempat, SDM pelayan, promosi yang masih kurang, persaingan dengan kompetitor atau yang lainnya.

Adanya evaluasi ini bisa membantu Anda lebih cepat mengambil solusi dan tindakan terhadap masalah yang ada, termasuk berpeluang mengembangkan kesempatan baru jika bisnis yang dijalani ternyata berhasil dan sukses.

12. Inovasi

Contoh memulai bisnis kuliner telah dijelaskan pada poin-poin di atas. Namun, tahukah Anda jika bisnis Anda mungkin saja akan bangkrut jika tidak melakukan inovasi berkala? Bisnis jangka panjang menuntut manajemen yang inovatif. Saat ini mungkin kafe atau restoran Anda ramai dikunjungi orang, tetapi tahukah Anda bagaimana nasibnya beberapa tahun ke depan? Selain karena tempat kuliner Anda yang sudah semakin lawas dan tak menarik, persaingan menu-menu baru mungkin membuat bisnis Anda mulai ditinggalkan orang.

Akan ada kompetitor yang mungkin jauh lebih hebat dari Anda, datang dan mengambil alih semua pelanggan yang Anda miliki. Jika begini hal yang akan terjadi, maka mulailah membuat inovasi dari sekarang. Inovasi dilakukan dengan memantau perkembangan kompetitor yang hadir. Bukan hanya soal rasa dan pilihan menu, harga, lokasi yang menarik, layanan yang ramah dan sebagainya juga menjadi hal yang perlu Anda perhatikan dari pihak kompetitor.

Mulai Bisnis Anda Sekarang

Bagaimana menurut Anda tentang bisnis kuliner, apakah Anda sudah tertarik untuk mengembangkannya sekarang? Seperti dikatakan Adam Lathan di atas, saat ini mungkin Anda sedang bekerja dengan bisnis orang lain, bekerja sebagai karyawan. Namun, sebenarnya inilah bekal pengalaman terbaik untuk Anda. Bukan hanya belajar soal dapur bisnis kuliner, Anda akan tahu bagaimana caranya menarik dan menemukan pelanggan kuliner yang akan loyal dengan rasa dan suguhan menu di sebuah tempat kuliner.

Bila Anda merasa telah cukup pengalaman, mengambil keputusan resign dan memulai bisnis sendiri adalah hal yang tepat untuk Anda coba. Pengalaman bukan sekadar mengetahui rasa, tetapi Anda juga sudah belajar soal manajemen. Buat inovasi baru pada bisnis yang akan Anda kelola, lalu lihatlah bagaimana peluang sukses Anda akan jauh lebih besar dan menguntungkan. Tak cukup hanya menjadi karyawan, Anda pun harus memiliki produk bisnis sendiri dan itulah kondisi paling baik untuk Anda di mana sebutan pengusaha akan melekat dalam diri. Bisnis kuliner adalah bisnis abadi sepanjang masa. Selagi manusia hidup kebutuhan makan akan selalu dipenuhi. Jadi yang paling penting inovasi untuk bersaing dan kemauan untuk terus bertahan mengelolanya, selamat mencoba.

8 Langkah memulai bisnis kuliner

1. Pahami keunikan produk. 2. Pahami target pasar. 3. Buat konsep bisnis. 4. Desain produk. 5. Tentukan lokasi usaha. 6. Buat rencana anggaran. 7. Buat SOP. 8. Rekrut pegawai. Item lainnya...

5 tips bisnis kuliner online

1. Pilih Jenis Makanan yang Mudah Dikemas. via freepik. 2. Pilih Kemasan yang Mudah Dibawa. via freepik. 3. Tentukan Nama Bisnis Kuliner yang Mudah Diingat. 4. Siapkan Toko Online. 5. Buat Konten yang Menarik Secara Terjadwal.

4 Cara MengIklankan Bisnis

1. Membuat sebuah website khusus. 2. Promosi di akun media sosial. 3. Iklan di surat kabar lokal. 4. Membuat acara soft opening dengan mengundang wartawan, kerabat dan teman-teman dekat Anda.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments