Take a fresh look at your lifestyle.

Tender Saat Wabah Corona, Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Direksi Bulog

0 5
Tender Saat Wabah Corona, Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Direksi Bulog

Hari Purwanto

Jakarta, Jurnas.com – Studi Demokrasi Rakyat (SDR) meminta Presiden Joko Widodo segera mengevaluasi direksi Perum Bulog, lantaran ngotot melaksanakan tender proyek, padahal Indonesia tengah fokus melawan Pandemi COVID-19 atau wabah Virus Corona.

Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengatakan, Direksi Bulog tak peka krisis karena memaksakan diri menggelar tender pengadaan mesin giling rice to rice di tengah wabah penyebaran virus Corona.

“Mestinya direksi Bulog mengevaluasi seluruh pengadaan dan fokus pada pengadaan logistik untuk tanggap bencana,” jelas Hari di Jakarta, Rabu (25/3/2020)

Hari mengingatkan, ketika ada krisis dan orang tengah fokus mengatasi wabah Corona, maka pengawasan terhadap pengadaan barang dan jasa akan berkurang.

“Sehingga ditengarai ada upaya curang dalam pengadaan ini,” jelasnya.

Ia menuturkan, pada akhir 2019 lalu Perum Bulog berniat menambah investasi menggunakan dana perusahaan, salah satunya berupa pengadaan mesin rice to rice.

Kata Hari, Bulog rencananya akan menambah sebanyak 19 titik lokasi dengan nilai investasi keseluruhan Rp159 miliar. Adapun kapasitas mesin rice to rice ini mencapai 3 ton per jam.

Mesin tersebut, lanjut Hari, dapat digunakan untuk menjaga kualitas beras Bulog, serta bisa meminimalisir kutu dan hama dalam beras dengan teknologi pengemasan vakum (hampa udara).

Namum bagi Hari, saat itu negara belum dalam keadaan darurat untuk membeli mesin rice to rice. Dan rencana ekstensifikasi investasi Perum Bulog dapat dinilai sebagai pertimbangan bisnis.

“Sayangnya meskipun Presdien Joko Widodo melalui Kepala BNPB Donny Munardo telah menetapkan status darurat penanganan wabah virus Corona, rencana tersebut agaknya bakal tetap dieksekusi oleh Perum Bulog,” keluh Hari.

Berdasarkan informasi yang ada, kata Hari, proses lelang sudah dibuka dan akan ditutup pada 31 Maret 2020. Padahal di saat bersamaan pemerintah telah menyerukan agar kantor-kantor ditutup dan karyawan bekerja dari rumah (work from home) untuk menekan penularan Virus Covid-19.

“Memaksakan proses lelang di tengah situasi krisis, selain menujukkan sikap tidak peka, juga mengundang kecurigaan,” tegas Hari.

Dengan dasar itulah, Hari meminta Presiden Jokowi mengevaluasi Direksi Perum Bulog terutama Direktur Pengembangan Bisnis dan Strategi Bachtiar selaku penanggung jawab pengadaan ini.

Bagi Hari, mestinya pengadaan Bulog di saat krisis ini fokus pada pengadaan dan persiapan logistik, terutama beras, sebagai antisipasi mengahadapi krisis yang lebih panjang.

“Kapasitas mesin dan gudang Bulog yang ada saat ini masih bisa diintensifkan tanpa perlu pengadaan baru,” katanya.

Di samping tidak peka krisis, Hari juga mencurigai adanya upaya mencuri kesempatan di tengah krisis.

“Saat semua konsentrasi ke krisis, kenapa ini malah ngotot mau pengadaan mesin yang tidak mendesak? Ada apa ini,” ujar Aktifis 98 dari Kampus Universitas Moestopo ini.

Hari juga menyatakan telah mendengar adanya indikasi lelang ini sudah diatur sebelumnya, sehingga harus tetap dilaksanakan.

Berdasarkan informasi yang diterima, kata Hari, Metode Evaluasi menggunakan evaluasi harga terendah dimana spesifikasi teknis dan kualitas diabaikan.

Bahkan menurutnya secara gamblang ia menyebut kecurigaan tender sudah diatur untuk memenangkan produk merk Yongxiang dari Hubei, Tiongkok.

Ditambah salah satu tenaga ahli Bulog merupakan pengusaha beras dari Sumsel yang mana pabriknya menggunakan produk dengan merk yang sama.

“Desas desus menyebutkan sang Jendral bermain dengan pengusaha properti SK yang sering terlihat mengendarai Lexus plat RFS ke gedung Bulog,” beber Hari.

Melihat hal tersebut, Hari juga meminta KPK untuk segera turun tangan melakukan pencegahan upaya korupsi pengadaan di Perum Bulog ini.

Seraya mengatakan, sekiranya menurut Perum Bulog melihat pengadaan ini urgent dan penting, pihak Perum Bulog tetap bisa mengadakan lelang dengan memprioritaskan kualitas dan spek teknis, serta memberi prioritas kepada pabrikan lokal.

“Di samping pabrikan lokal banyak yang memproduksi, di tengah situasi krisis seperti ini pengadaan dalam negeri akan menyokong perekonomian dalam negeri,” tuntas Hari.

TAGS : COVID-19 Perum Bulog

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/69464/Tender-Saat-Wabah-Corona-Presiden-Jokowi-Diminta-Evaluasi-Direksi-Bulog/

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments