Take a fresh look at your lifestyle.

Senyawa Minyak Atsiri Ini Disebut Dapat Kendalikan Virus

0 3
Senyawa Minyak Atsiri Ini Disebut Dapat Kendalikan Virus

Minyak atsiri (Foto: Google)

Jakarta, Jurnas.com – Pandemi virus corona (COVID-19) sudah menjadi momok menakutkan bagi seluruh penduduk bumi selama 2 bulan terakhir ini. Hiongga saat ini, belum ditemukan obat yang efektif untuk mengendalikan wabah yang pertama kali muncul di Wuhan itu.

Berbagai bahan alam yang potensial pun dikaji dan diteliti untuk digunakan dalam pencegahan virus tersebut. Salah satu bahan alami yang  dilaporkan berpotensi menghambat dan mencegah virus adalah tanaman penghasil minyak atsiri.

Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menyatakan, Balitbangtan akan melakukan kajian lebih untuk pemanfaatan minyak atsiri maupun bahan bahan herbal lain yang berpotensi untuk mengurangi terjadinya infeksi virus, jamur atau bakteri lainnya sebagai sediaan bahan dalam industri farmasi.

Minyak atsiri dihasilkan lebih dari 17.500 spesies tanaman, namun baru sekitar 300 spesies yang sudah dikomersialkan. Minyak atsiri merupakan campuran berbagai senyawa yang kompleks, tetapi sebagian besar terdiri dari terpene, terpenoid dan fenilpropanoid.

Minyak atsiri tidak hanya digunakan sebagai parfum, atau aroma makanan, tapi juga digunakan untuk obat pada manusia terutama sebagai antimikroba. Salah satu senyawa dari minyak atsiri yang telah banyak dilaporkan sebagai antivirus dan antimikroba adalah 1,8-cineol.

Beberapa tanaman atsiri yang mengandung 1,8-cineol antara lain Eucalyptus sp., Melaleuca cajuputi, dan Thymus sp. Di antara tanaman atsiri tersebut, Eucalyptus sp. memliki kandungan 1,8-cineol yang paling tinggi.

Minyak eucalyptus banyak digunakan dalam industri farmasi dan parfum. Minyak ini dipakai dalam farmasi karena banyak mengandung 1,8-cineol, dan digunakan sebagai parfum karena mengandung citronellal, citral, dan geramyl acetate.

Di antara spesies ecalyptus tersebut, E. globulus memiliki kandungan 1,8-cineol yang paling tinggi (>80. Minyak atsiri dari E. globulus yang tumbuh di Australia memiliki kandungan 1,8-cineol 81,1-90%, Montenegro 85,8%, Italia 84,9%, dan Indonesia 86,5%.

Kandungan 1,8-cineol, pada minyak eucalypthus memiliki aktivitas sebagai antimikroba seperti virus, bakteri, dan jamur. Selain itu juga minyak ini digunakan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Eucalyptus Sebagai Antivirus

Penggunaan minyak eucalyptus dengan kandungan 1,8-cineol yang tinggi (88%) mampu mengendalikan Herpes simplex virus tipe 1 (HSV-1). Virus ini biasanya menyerang bagian oral (herpes oral) dan menyebabkan munculnya luka pada mulut dan wajah.

Penggunaan minyak atsiri dilaporkan dapat menekan kemampuan infeksi virus hingga >96% dengan adanya kandungan 1,8-cineol. Minyak atsiri ini juga dapat melindungi hewan percobaan dari infeksi virus influenza A yang disebabkan oleh virus RNA dari famili Orthomyxoviridae (virus influenza).

Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa perlakuan 1,8-cineol dapat meningkatkan perlindungan terhadap infeksi virus influenza, termasuk virus influensa H1N1.

Eucalypthus sebagai Antimikroba Lainnya

Selain sebagai antivirus, minyak atsiri dari eucalyptus dengan kandungan 1,8-cineol ini juga digunakan sebagai antiseptik seperti untuk bakteri atau jamur.

Minyak atsiri juga efektif mengendalikan Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus (bakteri), Penicillium digitatum, Aspergillus falvus, A. Niger, Mucor spp., dan Rhizopus nigricans. Bahkan 1,8-cineol sudah digunakan untuk beberapa produk kesehatan khususnya obat kumur.

TAGS : Virus Corona Pandemi Global Minyak Atsiri Obat Corona

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/70190/Senyawa-Minyak-Atsiri-Ini-Disebut-Dapat-Kendalikan-Virus/

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments