Take a fresh look at your lifestyle.

Politikus Golkar Aditya Mora dan Hakim Transaksi Suap di Pintu Darurat Hotel

0 6
Politikus Golkar Aditya Mora dan Hakim Transaksi Suap di Pintu Darurat Hotel

Fraksi Golkar, Aditya Anugerah Mora resmi ditahan

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Aditya Anugerah Mora (AAM) diduga menyerahkan uang yang diduga suap kepada Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Utara Sudiwardono (SDW) di sebuah hotel di Jakarta pada Jumat (6/10/2017) malam. Penyerahan uang senilai SGD 30 ribu diduga terjadi di pintu darurat hotel.

“Diindikasikan penyerahan uang dari AAM ke SDW terjadi di pintu darurat hotel,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif di kantornya, Jakarta, Sabtu (7/8/2017) malam.

Sayangnya tak dirinci nama hotel tempat penyerahan uang tersebut. Laode hanya menjelaskan, penyerahan uang dilakukan setelah Sudiwardono kembali dari acara makan malam bersama keluarga. Di hotel yang beradal di daerah Pecenongan Jakarta Pusat itu, Sudiwardono menginap bersama sang istri bernisial Y sejak Kamis (5/10/2017) sore.

“Hotel diduga dipesan oleh AAM atas nama orang lain,” ungkap Laode.

Setelah penyerahan uang itu, lanjut Laode, tim KPK mengamankan Aditya bersama ajudannya berinisial YM di lobby hotel. Saat tim KPK ke kamar Sudiwardono, kata Laode, ditemukan uang sebesar SGD 30 ribu dalam amplop putih, serta SGD 23 ribu dalam amplop coklat.

“Uang dalam amplop coklat diduga sisa dari pemberian sebelumnya,” terang Laode.

Selain itu, kata Laode, tim juga mengamankan uang senilai SGD 11 ribu di mobil AAM. Uang ini diduga bagian dari komitmen fee keseluruhan. Uang ini diduga bagian dari total komitmen fee keseluruhan yakni SGD 100 ribu atau Rp 1 miliar.

“Lima orang tersebut kemudian dibawa ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Dari OTT (Oprasi Tangkap Tangan) ini, tim mengamankan total uang SGD 64 ribu rupiah,” jelas Laode.

Pemberian saat OTT, ungkap Laode, bukan pemberian yang pertama. Sebelumnya telah dilakukan penyerahan yaitu pada pertengahan Agustus 2017 diserahkan uang UGD 60 ribu dari Aditya Anugrah ke Sudiwardono di Manado.

Laode pada kesempatan ini mengungkap adanya kode atau sandi khusus yang digunakan terkait praktik rasuah tersebut. Kode yang digunakan untuk janji pertemuan adalah “pengajian”.

“Kode yang digunakan dalam pertemuan ini, mereka pakai kode istilah agama, pengajian. Seperti kapan pengajiannya, tempat dimana. Ini unik juga, jarang-jarang pakai kode seperti ini,” tandas Laode.

Diduga, pemberian uang oleh Aditya yang dilakukan beberapa tahap itu untuk mempengaruhi putusan banding dalam perkara terdakwa Marlina yang merupakan ibunda Aditya. Selain itu, pemberian uang dimaksudkan agar penahanan terhadap terdakwa Marlina. Sudiwardono diketahui juga merupakan Ketua Majelis Hakim perkara banding tersebut.

Dalam pengadilan tingkat pertama, Marlina telah divonis bersalah selama lima tahun. PN Manado dalam putusan dengan nomor register 49/Pid.Sus-TPK/2016/PN Manado diketahui telah menjatuhkan vonis 5 tahun terhadap Marlina Mona Siahaan atas korupsi perkara tindak pidana Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemrintah Desa (TPAD) kabupaten Bolaang Mongoadow tahun 2010 senilai Rp 1,25 miliar.

Atas perbuatan itu, Aditya yang diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001. Sedangkan, Sudiwardono yang diduga menerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001.

Kedua tersangka itu diketahui telah dijebloskan oleh KPK ke rumah tahanan terpisah pada Minggu (8/10/2017) dinihari. Aditya ditahan di rutan KPK dan Sudiwardono ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

TAGS : KPK Suap Golkar Aditya Moha

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/22911/Politikus-Golkar-Aditya-Mora-dan-Hakim-Transaksi-Suap-di-Pintu-Darurat-Hotel/

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments