Take a fresh look at your lifestyle.

Pengaplikasian Teknologi 3D Printing dalam Menghadapi Pandemi

0 594

Jakarta – Teknologi 3D Printing dapat diaplikasian secara luas, mulai dari organ hingga jaringan manusia, implan prostetik, sendi buatan, transplantasi, bone scaffolding, sel hidup, hingga bioprinting. Seiring dengan berkembangnya teknologi, penelitian dan pengembangan terkait pun semakin bertambah maju.

Menurut Young Optics, salah satu pemenang Taiwan Excellence Gold Awards pada tahun 2020, teknologi 3D printing menggabungkan banyak bahan dan aplikasi. Dapat disesuaikan untuk pasien individu maupun untuk produksi secara massal dengan fleksibilitas tinggi. Dalam perawatan gigi saja, biayanya lebih rendah dan lebih ringan daripada metode kedokteran gigi tradisional dan presisi keseluruhannya jauh lebih tinggi daripada pemodelan buatan tradisional atau implan gigi. Oleh karena itu, produk-produk teknologi 3D printing sekarang secara umum dapat ditemukan di bidang material gigi dan aplikasi bedah gigi.

Director of Strategic Marketing Department TAITRA (Taiwan External Trade Development Council), Chun-Tse Wu dalam keterangan persnya, Senin (18/5), mengatakan bahwa permintaan pasokan medis mengalami peningkatan tajam di masa pandemi corona yang terjadi secara global saat ini.

“Produsen tidak dapat mengatasi permintaan besar untuk barang-barang seperti ventilator, PPE, dan masker bedah, karenanya produsen perangkat medis beralih ke industri lain untuk memenuhi persyaratan ini. Teknologi 3D printing pun hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut” ujar Chun-Tse Wu.

Menurutnya, keunggulan kompetitif teknologi 3D printing meliputi penyesuaian dan berbagai pilihan produksi, baik jumlah kecil maupun kebutuhan produksi massal. Selain itu, kata Chun-Tse Wu, bahan-bahan yang digunakan menawarkan biokompatibilitas dan bebas racun. Aplikasinya untuk biomedis dan organ manusia pun, menurutnya, lebih aman dan kurang berisiko dibandingkan dengan jenis bahan lainnya, dan telah menjadi kekuatan yang hadir untuk menghadapi pandemi saat ini.

“3D printing” saat ini adalah kata kunci dalam pembuatan perangkat medis. Saat ini, ada produsen di berbagai negara menggunakan teknologi mereka sendiri untuk melakukan “3D printing” dalam menyediakan pasokan untuk menghadapi pandemi, seperti ventilator dan katup ekspirasinya, serta masker pelindung untuk mendukung permintaan mendesak di lini depan medis. Selain itu, ada model 3D pasien terinfeksi corona yang sedang dicetak yang dapat digunakan dalam banyak cara terutama untuk memfasilitasi model perbandingan antara corona dan SARS. Hal tersebut menawarkan analisis entitas yang lebih intuitif di kalangan medis, terutama menyangkut studi penyakit menular secara keseluruhan.

Young Optik (pemenang Taiwan Excellence Gold Award pada tahun 2020), XYZprinting (pemenang Silver Award pada tahun 2020), dan Teknologi Microjet (Excellence Award pada tahun 2018) adalah produk teknologi 3D printing yang dapat dibanggakan oleh Taiwan Excellence, untuk mempromosikan peralatan mereka yang luar biasa dalam menghadapi pandemi.

XYZprinting dan Microjet Technology fokus pada fungsi color inkjet sebagai teknologi inti dari produk mereka. Namun, printer 3D untuk desain umum menghadapi tantangan untuk memperluas pemanfaatannya untuk pembuatan perangkat medis karena tuntutan pada teknologi cetak, presisi, dan kesesuaian bahan yang digunakan.

Digi-optical 3D Printer yang dikembangkan oleh Young Optics berfokus pada produk-produk kedokteran gigi sebagai pasar utamanya. Adapun bahan produk dengan biokompatibilitas dan untuk pembuatan perangkat medis, tidak ada kekurangan. Perusahaan memiliki kapasitas dan kemauan dan siap untuk memenuhi permintaan yang meningkat dan memenuhi pesanan dari produsen perangkat medis untuk peralatan melawan pandemi.

Menurut Chun-Tse Wu, terdapat beberapa kekhawatiran global terkait pengaplikasian teknologi 3D printing untuk kebutuhan perangkat medis, seperti ventilator dan katup, yang melibatkan pelanggaran desain paten atau hak kekayaan intelektual pabrikan komponen asli.

“Peraturan yang relevan untuk pembuatan, ekspor, dan penjualan perangkat medis sangat rumit. Selain itu, kualitas dan kebersihan produk yang dicetak juga merupakan prioritas utama penerapan lintas disiplin untuk produsen di Taiwan. Terlepas dari tantangan ini, produk teknologi 3D printing Taiwan berada di posisi sempurna untuk memimpin dalam industri yang sedang berkembang ini”, pungkasnya. 

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi:

Pengaplikasian Teknologi 3D Printing dalam Menghadapi Pandemi

Ivan Putuhena

Head of PR Associate

P : 0812 134 7711

E : [email protected]

 Arya Prayogo

Asst. Head of PR Associate

P : 0818 0824 3996

E : [email protected]

 

Bagaimana caranya mengaplikasikan Teknologi 3D Printing?

Teknologi 3D Printing dapat diaplikasian secara luas, mulai dari organ hingga jaringan manusia, implan prostetik, sendi buatan, transplantasi, bone scaffolding, sel hidup, hingga bioprinting. Seiring dengan berkembangnya teknologi, penelitian dan pengembangan terkait pun semakin bertambah maju.

Pendapat apa yang diterterakan Young Optics?

Menurut Young Optics, salah satu pemenang Taiwan Excellence Gold Awards pada tahun 2020, teknologi 3D printing menggabungkan banyak bahan dan aplikasi. Dapat disesuaikan untuk pasien individu maupun untuk produksi secara massal dengan fleksibilitas tinggi. Dalam perawatan gigi saja, biayanya lebih rendah dan lebih ringan daripada metode kedokteran gigi tradisional dan presisi keseluruhannya jauh lebih tinggi daripada pemodelan buatan tradisional atau implan gigi. Oleh karena itu, produk-produk teknologi 3D printing sekarang secara umum dapat ditemukan di bidang material gigi dan aplikasi bedah gigi.

Apakah “3D printing” saat ini adalah kunci dalam pembuatan perangkat medis?

Ya, 3D printing” saat ini adalah kata kunci dalam pembuatan perangkat medis. Saat ini, ada produsen di berbagai negara menggunakan teknologi mereka sendiri untuk melakukan “3D printing” dalam menyediakan pasokan untuk menghadapi pandemi, seperti ventilator dan katup ekspirasinya, serta masker pelindung untuk mendukung permintaan mendesak di lini depan medis. Selain itu, ada model 3D pasien terinfeksi corona yang sedang dicetak yang dapat digunakan dalam banyak cara terutama untuk memfasilitasi model perbandingan antara corona dan SARS. Hal tersebut menawarkan analisis entitas yang lebih intuitif di kalangan medis, terutama menyangkut studi penyakit menular secara keseluruhan.

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of