Take a fresh look at your lifestyle.

Pengakuan Korban Serangan Kimia: "Paru-Paru Saya Mati"

0 5
Pengakuan Korban Serangan Kimia: "Paru-Paru Saya Mati"

Ilustrasi bom kimia di Suriah

Damaskus – Salah satu korban serangan kimia di Kota Douma, Gouta Timur, Suriah, Abu Jaafar mengaku serangan gas kimia telah membuatnya nyaris tewas, sebab tak bisa bernapas.

Bahkan, setelah racun klorin yang digunakan oleh pemerintah itu dikeluarkan dari tubuhnya, Jaafar memuntahkan zat berwarna kekuning-kuningan.

“Aku kehilangan kesadaran. Tidak bisa bernapas lagi, karena paru-paruku terasa mati,” ujar Jaafar dilansir Al-Jazeera.

“Aku terbangun sekitar 30 menit kemudian, dan mereka telah menanggalkan pakaianku, dan mencuci tubuhku dengan air. Mereka mencoba membuatku muntah, ketika mulutku mengeluarkan zat kuning,” imbuhnya.

Abu Jaafar merupakan satu dari sekian korban selamat dalam serangan kimia yang dilancarkan pemerintah Suriah di Ghouta Timur, akhir pekan lalu. Berdasarkan informasi terakhir, setidaknya 85 orang tewas dalam serangan yang menyasar markas ISIS tersebut.

Di antara korban yang tewas, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak yang mencari perlindungan di ruang bawah tanah, demi menghindari pemboman berat dari pasukan pro-pemerintah.

Dan ketika serangan terjadi, Abu Jaafar mengaku melihat pesawat menjatuhkan tabung yang berisi gas berwarna hijau. Jaafar pun sempat memberi tahu semua orang yang berada di bawah tanah supaya mengungsi dari gedung.

“Mereka yang melihat segera bergegas untuk memberi tahu semua orang di ruang bawah tanah untuk mengungsi. Sedangkan saya naik dan turun tangga sekitar tiga kali untuk membantu mengevakuasi anak-anak dari gedung,” jelas Jaafar.

TAGS : Suriah Serangan Kimia Klorin Timur Tengah

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/32066/Pengakuan-Korban-Serangan-Kimia-Paru-Paru-Saya-Mati/

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments