Take a fresh look at your lifestyle.

Bahasa Arab dan Akidah Akhlak Dialihkan ke USBN

0 7
Bahasa Arab dan Akidah Akhlak Dialihkan ke USBN

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar

Jakarta – Mulai tahun ajaran 2018/2019, penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) khusus madrasah memiliki dua mata pelajaran tambahan yang akan diujikan. Keduanya yakni Bahasa Arab dan Akidah Akhlak.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kesiswaan, dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar mengatakan, selama ini seluruh mata pelajaran bercirikan madrasah diujikan di Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), antara lain Quran Hadis, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Bahasa Arab, dan Akidah Akhlak.



“Namun ke depan lima mata pelajaran tersebut akan diujikan dalam format baru, yakni Quran Hadis, Fiqih, dan SKI akan diujikan dalam UAMBN. Sedangkan Bahasa Arab dan Akidah Akhlak akan masuk USBN,” terang Umar dalam keterangannya kepada Jurnas.com pada Senin (7/1).

Menurut Umar, kebijakan baru ini sudah mempertimbangkan karakteristik setiap mata pelajaran (mapel) yang menjadi ciri khas madrasah. Termasuk juga pertimbangan yang terkait keperluan madrasah melakukan pengukuran kompetensi siswa dalam menentukan kelulusan siswa.

Mata pelajaran Quran Hadis, Fikih, dan SKI diujikan pada UAMBN karena penggalian seluruh ranah kompetensinya masih dapat dijangkau dengan melalui soal pilihan ganda yang tersedia, pada mekanisme penyusunan soal UAMBN.

Nilai yang diperoleh di tiga mata pelajaran ini nantinya akan dipakai juga sebagai bahan mengisi data yang akan dipertimbangkan dalam penetapan kelulusan. 

Sementara pengukuran kompetensi siswa pada mapel Bahasa Arab dan Akidah Akhlak membutuhkan kelengkapan alat ukur lain, selain soal pilihan ganda. Sebab, diperlukan soal yang dapat mengukur keterampilan berbahasa dan sikap kepribadian siswa.

Pengelolaan penyelenggaraan USBN, lanjut Umar, walau kisi-kisi dan soal anchornya dari pusat, namun keseluruhan pengelolaannya dapat dilakukan oleh madrasah. Sehingga, soal ujian dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan kondisi madrasah.

“Dengan prinsip ini, siswa tidak dirugikan. Sebab, kompetensinya telah teramati utuh dalam menentukan kelulusan dirinya,” tegas Umar.

“Kebijakan ini bahkan meringankan, karena kelima mapel tersebut hanya akan diujikan sekali dalam ujian akhir siswa madrasah, di UAMBN atau USBN,” lanjutnya.

Seperti diketahui, ujian pada madrasah terbagi dalam tiga jenis, yaitu: Ujian Nasional (UN), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Mata pelajaran UN mengikuti Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. UAMBN diselenggarakan sebagai sarana ujian akhir sebagian mata pelajaran yang ada di madrasah. Sedang USBN untuk semua mata pelajaran yang dipelajari di madrasah.

Mantan Kepala Biro IAIN Surakarta ini menambahkan, UN dan UAMBN memiliki fungsi utama untuk pemetaan kompetensi lulusan madrasah. Keikutsertaan siswa dalam UN dan UAMBN menjadi prasyarat mereka memperoleh ijazah kelulusan. UN dan UAMBN menggunakan moda ujian berbasis komputer dengan jenis soal pilihan ganda.

“Hasil UN dan UAMBN  hakikatnya tidak menentukan kelulusan siswa,” tuturnya.

Sementara USBN, lanjut Umar, memiliki fungsi utama sebagai instrumen satuan pendidikan (madrasah) dalam menentukan kelulusan siswa. “Jenis ujian ini penting dan sangat menentukan nasib kelulusan siswa,” tegasnya.

Kisi-kisi soal USBN disiapkan dari pusat, dengan komposisi: 20-25 persen soal anchor dari pusat, dan 75-80 persen soal dibuat oleh guru madrasah. Dengan demikian kualitas soal USBN tetap terstandar.

TAGS : USBN Madrasah Ahmad Umar Kementerian Agama

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/46422/Bahasa-Arab-dan-Akidah-Akhlak-Dialihkan-ke-USBN/

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments