Masalah Sampah di Indonesia Pelik, Polisi Turun Tangan Bantu Bangun TPS
Masalah sampah di Indonesia hingga saat ini masih sangat pelik untuk ditangani. Berbagai unsur mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas pun terus berjibaku melakukan ragam upaya.
Produksi sampah yang terus meningkat selaras dengan pertumbuhan penduduk menjadi potret jika masalah sampah di Indonesia tak mudah tertangani. Terlebih, kesadaran masyarakat masih rendah.
Kendala lainnya, dari berbagai sumber referensi, masalah sampah di Indonesia turut dipengaruhi karena minimnya jumlah tempat pembuangan sampah baik itu lokasi sementara maupun lokasi akhir.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, kepolisian dari Polsek Baleendah turut tangan dalam kegiatan gotong royong membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) umum.
TPS yang dibangun ini untuk menampung sampah yang dihasilkan oleh warga Kampung Jatimekar, RT 002 RW 006, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat .
Kegiatan ini melibatkan warga setempat bersama aparat desa, yang bahu-membahu membangun fasilitas TPS guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki Rukmansyah mengatakan kehadiran jajarannya merupakan wujud nyata kepolisian dalam mendukung program kebersihan lingkungan.
Selain itu, lanjut Perwira Pertama Polri tingkat tiga itu, anggota Bhayangkara terjun di kegiatan sosial dapat mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.
“Kami berharap dengan adanya TPS ini, warga bisa lebih tertib dalam membuang sampah sehingga lingkungan tetap bersih dan nyaman,” ujar Hendri dalam keterangannya pada Wartawan.id.
Selain bergotong royong, diutarakan Hendri, jajarannya juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan serta mengelola sampah dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.
Warga Kampung Jatimekar pun menyambut baik inisiatif ini dan berterima kasih atas keterlibatan aparat kepolisian dalam membantu pembangunan TPS.
“Mereka berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut demi kenyamanan dan kesejahteraan bersama,” kata Kapolsek Baleendah menandaskan.
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2022 hasil input dari 202 kab/kota se Indonesia menyebut jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 21.1 juta ton.
Dari total produksi sampah nasional tersebut, 65,71 persen atau 13,9 juta ton dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29 persen atau 7,2 juta ton belum terkelola dengan baik.
Saat ini, pemerintah baik pusat dan daerah akan terus mengupayakan dan melaksanakan kebijakan dan program kolaboratif dan persuasif antar pemangku kepentingan untuk pengelolaan sampah yang tepat dengan mengedepankan prinsip sirkular ekonomi dimana ada peningkatan manfaat ekonomi dari sampah.
Kesadaran kolektif dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan salah satu bentuk modal sosial untuk menciptakan budaya bersih sebagai bagian dari identitas dan karakter masyarakat Indonesia.
Gerakan Indonesia Bersih, sebagai salah satu pilar dari 5 Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) diharapkan menjadi gerakan sosial kolaboratif yang turut berkontribusi membina mental masyarakat untuk sadar.
Selain itu, agar masyarakat bisa paham akan permasalahan sampah dan bergerak untuk mengambil bagian dalam pengelolaan sampah.