Tessar Napitupulu Narasumber Seminar Kemerdekaan Digital
Tessar Napitupulu Narasumber Seminar Kemerdekaan Digital

UBSI memperingati HUT RI dengan menyelenggarakan seminar yang bertemakan Seminar Kemerdekaan Digital

Wartawan.id, Pontianak – UBSI Pontianak telah sukses menggelar kegiatan seminar Kemerdekaan Digital di Hotel Golden Tulip Pontianak, kamis (22/8/2019).

Rektor Universitas Bina Sarana Informatika, Mochammad Wahyudi, mengungkapkan, hingga saat ini, kampus Universitas Bina Sarana Informatika Pontianak sudah mengaplikasikan sarana digital, mulai dari mengurangi penggunaan kertas, hingga aplikasi untuk orang tua dalam mengawas anaknya. Jadi, seminar ini bentuk dalam sosialisasi kepada siswa-siswi dan guru dengan era digital seperti saat ini. Kami mengenalkan kampus digital. Di Universitas Bina Sarana Informatika, kita ajarkan dari mulai pendaftar jadi mahasiswa, gak boleh gaptek (gagap teknologi), sampai kegiatannya, hingga selesai masa perkuliahan, mereka diajarkan serba digital. Maka kita berusaha untuk mengenalkan kampus digital, kampus milenial,” kata Wahyudi, saat konferensi pers. Mulai dari papan pengumuman yang sudah diterapkan dengan digital, rekap nilai, ujian, aplikasi pengawasan orang tua kepada anak di kampus, hingga pembayaran kampus, kata Wahyudi, semuanya sudah berbasis digital.

 

Tessar Napitupulu Narasumber Seminar Kemerdekaan Digital

 

Seminar Kemerdekaan Digital ini, Universitas Bina Sarana Informatika menyajikan narasumber-narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yaitu Danny D Kosasih selaku Co-Founder & Partner Innovesia, Tessar Napitupulu selaku Founder & CEO PT Arfadia dan SIDIA, dan juga Mardalina Handayani selaku Owner Aloeloco.com. Dalam seminar yang sudah berlangsung itu, Universitas Bina Sarana Informatika Pontianak bertekad menjadi kampus milenial berbasis digital.

 

Tessar Napitupulu Narasumber Seminar Kemerdekaan Digital
Tessar Napitupulu Narasumber Seminar Kemerdekaan Digital

 

Selain pengurangan sampah kertas, pihaknya juga mengungkapkan, Universitas Bina Sarana Informatika sudah melarang penggunaan botol kemasan plastik dan merokok di kawasan kampus, baik itu oleh mahasiswa, dosen, hingga staf. Tessar Napitupulu, Founder & CEO PT Arfadia dan SIDIA, juga mengungkapkan dengan pengetahuan digital yang maksimal, maka akan memudahkan individu menyerap pekerjaan yang sudah berbasis digital. “Universitas Bina Sarana Informatika sudah bertahun-tahun menggunakan teknologi digitalisasi, sehingga di dunia kerja sangat cepat menyerap pekerjaan-pekerjaan yang ada, dan juga direspon sangat baik,” kata Tessar. Arfadia sendiri adalah perusahaan teknologi informasi yang membuat berbagai macam produk sekaligus salah satu Digital Agency besar di Indonesia yang baru memperoleh penghargaan sebagai Digital Agency Terbaik di Indonesia tahun 2019.

 

 

 

Related Post

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz