Take a fresh look at your lifestyle.

Jenis Rambu Lalu Lintas Dan Artinya

0 0

Semua pengendara wajib memahami berbagai rambu lalu lintas yang dipasang untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan. Tanpa pemahaman yang utuh pada rambu lalu lintas, rawan terjadi pelanggaran yang merugikan pengguna jalan lain. Tak jarang, kesalahan dalam mengartikan rambu lalu lintas bisa berakibat fatal, seperti misalnya kecelakaan.

6 Jenis Rambu Lalu Lintas Beserta Contoh dan Artinya

Jenis Rambu Lalu Lintas - Wartawan Id

Ada 6 jenis rambu lalu lintas yang perlu Anda ketahui. Diantaranya adalah rambu peringatan, perintah, petunjuk, larangan, papan tambahan, dan rambu nomor rute.

1. Rambu Peringatan

Ada total lebih dari 70 rambu lalu lintas yang termasuk dalam kategori peringatan. Rambu lalu lintas ini dikenali dengan ciri gambar dan tulisan berwarna hitam, sementara latarnya berwarna kuning. Rambu-rambu dalam kategori ini biasanya menggunakan bentuk belah ketupat.

Berikut ini adalah beberapa contoh rambu peringatan yang sering dijumpai:

● Jalan Bercabang

Rambu perintah dengan jalan bercabang berfungsi untuk menunjukkan bentuk jalan kedepan. Misalnya, ada rambu peringatan dengan 4 atau 3 cabang. Biasanya rambu ini diletakkan 200-500 meter sebelum jalan yang dimaksud.

● Tanda Seru di Tengah

Tanda lalu lintas yang satu ini berfungsi untuk mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati. Kondisi berhati-hati ini biasanya karena jalan yang sempit, satu arah, curam atau terjal.

● Dua Tanda Panah Atas Bawah dan Kanan Kiri

Rambu ini berfungsi untuk menunjukkan tinggi ruang bebas. Di bagian tengah rambu ini biasa diberi angka untuk menunjukkan berapa meter tinggi ruang bebasnya. Jika panah ada di sebelah kanan kiri, maka menunjukkan lebar ruang bebasnya.

● Pagar

Rambu ini selalu dipasang di dekat rel kereta. Fungsi dari rambu bergambar pagar ini adalah menandakan adanya lintasan kereta api berpintu. Apabila terdengar suara aba-aba kereta akan lewat, maka Anda bisa mulai mengurangi kecepatan.

● Bentuk Jalan

Ada 3 jenis rambu lalu lintas kategori peringatan yang berbentuk jalan, yakni jalan tidak datar, cembung dan cekung. Apabila Anda menjumpai rambu ini, maka Anda harus mempersiapkan diri untuk berkendara di jalan jenis tersebut dalam jarak dekat.

● Panah Berkelok-kelok

Tanda panah selalu menunjukkan kemana arah yang harus diikuti oleh pengguna jalan. Bila terdapat rambu bergambar panah berkelok-kelok, maka tandanya akan ada banyak tikungan di depan.

● Lurus Bergaris

Selain berbentuk belah ketupat, ada juga rambu peringatan yang berbentuk persegi panjang seperti tongkat. Rambu ini dengan satu garis merah menunjukkan jarak 150 meter, dua garis merah artinya 300 meter dan terakhir 3 garis berarti 450 meter. Masing-masing rambu peringatan punya makna yang berbeda-beda. Namun semuanya penting untuk mencegah pengendara terjebak bahaya atau kecelakaan.

2. Rambu Perintah

Rambu perintah harus ditaati oleh semua pengguna jalan. Rambu-rambu lalu lintas ini memiliki ciri menggunakan warna dominan biru dan putih. Berikut adalah beberapa contoh rambu perintah:

● Putaran Bundaran

Rambu lalu lintas ini pasti ada di jalan yang mengitari bundaran. Artinya, Anda harus mengikuti arah jalan sesuai rambu. Misalnya, rambu menunjukkan bahwa arah jalan dari kiri ke kanan sesuai bundaran. Maka Anda juga harus mengambil jalan dari kiri ke kanan sesuai arahan rambu.

● Jalan Bercabang

Ada dua jenis rambu lalu lintas jalan bercabang, lurus atau ke kanan dan lurus atau ke kiri. Saat berjalan, pengendara harus mengikuti salah satu jalan yang sudah ditunjukkan.

● Gambar Kendaraan

Bila pada salah satu lajur terdapat rambu bergambar kendaraan, maka lajur tersebut dikhususkan untuk kendaraan tersebut. Misalnya, apabila terdapat rambu perintah bergambar sepeda, maka lajur tersebut hanya untuk sepeda saja.

● Gambar Banyak Kendaraan

Apabila dalam satu rambu lalu lintas terdapat banyak kendaraan sekaligus, maka hanya kendaraan tertera yang bisa lewat. Biasanya, kendaraan ini digolongkan menjadi yang bentuknya mirip. Contohnya adalah lajur pedati, gerobak dorong dan dokar.

Arah

Rambu Arah mengandung perintah agar para pengendara mengikuti panah ke salah satu arah saja. Misalnya ke kiri atau ke kanan. Pengguna jalan hanya bisa mengikuti arah yang ditentukan.
Ada 5 jenis rambu dalam kategori ini yaitu ke arah kiri, kanan, belok kanan, belok kiri dan lurus.

● KM Angka

Rambu ini memerintahkan pengguna jalan untuk berjalan minimal secepat angka tertera. Misalnya, tertera angka 30 KM. Maka Anda sebagai pengguna jalan harus berjalan setidaknya 30 KM.
Rambu-rambu perintah perlu dipatuhi agar lalu lintas tetap lancar dan nyaman bagi semua pengendara.

3. Rambu Larangan

red and white stop sign

Berbeda dengan rambu peringatan, rambu larangan menunjukkan apa saja hal yang tidak boleh dilakukan oleh pengguna jalan. Untuk warnanya, rambu larangan identik dengan warna merah. Tujuannya adalah agar bisa dilihat dari kejauhan.

Berikut ini adalah beberapa contoh rambu-rambu lalu lintas larangan:

● Stop

Gambar rambu lalu lintas larangan ini paling sering dijumpai di jalanan. Fungsinya adalah untuk menghentikan pengguna jalan berjalan terus. Biasanya, rambu ini terletak di ujung jalan.

● Strip Putih di Tengah

Mirip dengan stop, rambu ini menunjukkan larangan masuk untuk semua pengguna jalan. Biasanya, rambu ini terdapat di ujung jalan satu arah. Tujuannya adalah agar tidak terjadi tabrakan antara satu pengendara dan lainnya.

● Kendaraan Dicoret

Untuk rambu ini, berarti hanya kendaraan tersebut yang tidak boleh masuk dalam lingkungan. Misalnya, ada rambu bus dicoret maka artinya bus tidak boleh masuk. Kendaraan lain yang tidak dicoret tetap diizinkan untuk masuk.

● Huruf P Dicoret

Anda tentu sudah cukup familiar dengan rambu ini. Huruf P merupakan akronim dari Parkir, sehingga arti dari rambu ini adalah dilarang parkir. Batas pelarangan adalah sejauh 15 meter dari tempat terpasangnya rambu.

● KM Angka

Bila ada rambu bertuliskan km angka, seperti 40 km, maka artinya adalah pengguna jalan tidak boleh berkendara di atas kecepatan tersebut. Rambu ini sering dipasang di area penyebrangan sekolah dan lokasi banyak anak-anak.

● Tanda Belok Dicoret

Tanda ini mengandung maksud bahwa Anda tidak boleh belok kanan, kiri ataupun putar balik. Rambu ini biasa terpasang di jalan raya. Rambu ini dipasang agar tidak terjadi kecelakaan antara pengguna arah yang satu dengan lainnya. Pelanggaran pada rambu lalu lintas larangan akan berakibat denda atau bahaya yang mengancam.

4. Rambu Petunjuk

Rambu petunjuk biasanya menggunakan dominan warna hijau dan putih. Berbeda dengan rambu lainnya, rambu-rambu lalu lintas ini cenderung memiliki banyak tulisan dan petunjuk arah. Berikut adalah contoh rambu petunjuk:

● Jalan Bercabang Disertai Nama Tempat

Rambu ini berfungsi untuk menunjukkan kemana jalan tersebut akan membawa Anda. Misalnya apabila Anda melewati jalan yang menuju sebuah pertigaan. Sebelum pertigaan, akan ada rambu yang menjelaskan kemana arah dituju. Anda bisa memilih jalan yang sesuai dengan tujuan.

● Nama Tempat dan Tanda Panah

Bila ada rambu petunjuk yang menunjukkan tanda panah diikuti nama tempat, maka artinya rambu ini menunjukkan satu-satunya jalan menuju tempat tersebut. Jika nama tempat yang disebutkan sesuai dengan tujuan Anda, maka ikuti tanda panah tersebut.

● Nama Tempat dan KM

Rambu petunjuk dengan nama tempat diikuti dengan angka KM menunjukkan seberapa jauh lokasi tersebut dari tempat pemasangan tanda. Misalnya, Yogyakarta 2 KM. Maka artinya, Anda akan sampai di Yogyakarta dalam 2 KM ke depan.

● Orang Berjalan

Tanda orang berjalan menunjukkan tempat penyeberangan. Tentu saja rambu lalu lintas ini ditempatkan di zebra cross atau jembatan penyeberangan.

● Tanda Panah

Tanda panah menunjukkan jalan satu arah. Misalnya, ada rambu dengan tanda panah ke kiri. Maka pengguna jalan hanya bisa mengikuti jalan ke kiri.

● Jalan dengan Ujung Merah

Apabila Anda menemukan rambu ini, maka Anda perlu berhenti atau putar balik. Arti dari rambu ini adalah adanya jalan buntu di ujung jalan tersebut. Rambu petunjuk tanda buntu ini juga bisa berupa jalan bercabang, dimana salah satu jalan buntu dan lainnya tidak.

● Huruf P

Fungsi dari rambu lalu lintas ini adalah untuk memberitahukan kepada pengguna jalan terkait adanya tempat parkir. Biasanya diikuti dengan tulisan kendaraan yang boleh parkir di area tersebut. Mengikuti rambu petunjuk akan memudahkan Anda menemukan arah atau tempat yang dituju.

5. Rambu Tambahan

Fungsi utama dari rambu tambahan adalah untuk memberikan keterangan lain bagi pengguna jalan. Rambu ini biasanya dituliskan dalam warna hitam dan putih saja serta kurang mencolok kehadirannya. Berikut ini beberapa contoh rambu tambahan:

● Jam atau Waktu

Rambu tambahan yang menunjukkan waktu, seperti 10.00 – 12.00, memiliki arti waktu berlakunya rambu lalu lintas. Selain di jam tertera, pengguna jalan bisa mengabaikan rambu ini.

● Peringatan

Kalimat-kalimat peringatan seperti JALAN LICIN atau BANYAK JURANG berfungsi untuk membuat pengguna jalan lebih berhati-hati. Jenis rambu tambahan seperti ini biasanya diikuti dengan tanda peringatan atau larangan.

● Tanda Panah dan Angka

Jika Anda melihat rambu dengan tanda panah ke kanan dan di bagian atasnya, maka rambu ini menunjukkan jarak berlakunya rambu. Misalnya, rambu dengan panah ke kanan diikuti 10 meter. Maka artinya, rambu tertera (berupa larangan, perintah atau peringatan) hanya berlaku sampai 10 meter ke arah kanan saja.

6. Rambu Nomor Rute

Fungsi utama dari rambu nomor rute adalah untuk memberikan keterangan tambahan dari sebuah jalan. Rambu ini berbentuk hexagonal dengan angka dan tulisan di bagian atasnya. Masing-masing unsur dalam rambu ini memiliki artinya sendiri. Untuk rambu nomor rute jalan nasional, maka di bagian atasnya akan ada tulisan NASIONAL dan disertai latar berwarna merah. Sementara untuk jalan propinsi, akan ada tulisan PROPINSI dengan latar berwarna biru. Jalan rute propinsi jauh lebih banyak daftarnya dibandingkan jalan nasional.

Bagian angka dari rambu ini menunjukkan nomor rutenya. Nomor rute sendiri sudah ditentukan oleh pemerintah, sehingga Anda perlu mengecek sendiri untuk daftarnya. Rute jalan pasti berupa rangkaian jalanan. Salah satu contoh rute jalan nasional adalah Rute 23 yang menunjukkan jalan dari Gempol – Pandaan – Lawang – Malang – Kepanjen. Jadi bila Anda menemukan rambu hexagonal NASIONAL bertuliskan angka 23, maka artinya Anda berada di rute 23.
Banyaknya macam rambu lalu lintas tersebut bukan tanpa alasan. Masing-masing jalan di berbagai daerah punya kondisi yang berbeda-beda. Keberadaan rambu-rambu tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Jadi, apakah Anda sudah banyak menghafalkan rambu-rambu lalu lintas?

Baca Juga : 7 Contoh Curriculum Vitae yang Disukai oleh Perusahaan

Sebutkan 6 Jenis Rambu Lalu Lintas

. Rambu Peringatan ● Jalan Bercabang ● Tanda Seru di Tengah ● Dua Tanda Panah Atas Bawah dan Kanan Kiri ● Pagar ● Bentuk Jalan ● Panah Berkelok-kelok ● Lurus Bergaris

Berikan Contoh Rambu Perintah

● Putaran Bundaran ● Jalan Bercabang ● Gambar Kendaraan ● Gambar Banyak Kendaraan ● Arah

Berikan Contoh Rambu Larangan

● Putaran Bundaran ● Jalan Bercabang ● Gambar Kendaraan ● Gambar Banyak Kendaraan ● Arah ● Stop ● Strip Putih di Tengah ● Kendaraan Dicoret ● Huruf P Dicoret ● KM Angka ● Tanda Belok Dicoret

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments