Take a fresh look at your lifestyle.

Genjot Ekspor, Kementan Gandeng BATAN Kembangkan Pengawet Berbasis Tenaga Nuklir

0 3
Genjot Ekspor, Kementan Gandeng BATAN Kembangkan Pengawet Berbasis Tenaga Nuklir

Kepala Badan Karantina, Banun Haripini (Tengah) dan Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (Kiri) (Foto: Istimewa)

Jakarta –  Untuk memacu pertumbuhan ekspor, Badan Karantina, Kementerian Pertanian (Barantan Kementan) menandatangi nota kesepahaman kerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terkait pemanfaatan pengawet berbasis tenaga nuklir melalui teknik iradiasi.

“Beberapa negara tujuan seperti Amerika Serikat (AS), India, Vietnam dan Pakistan sudah mempersyaratkan teknik iradiasi untuk komoditas pertanian yang akan masuk ke negaranya,” kata  Kepala Barantan Banun Harpini usai tandatangani MoU bersama Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), BATAN di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan Jakarta, Kamis (3/4).

Banun menjelaskan, bahwa dengan semakin ketatnya larangan penggunaan insektisida kimia untuk mengendalikan serangga dan mikroba dalam pangan, maka iradiasi merupakan alternatif yang efektif untuk melindungi pangan dari kerusakan akibat serangga serta sebagai tindakan karantina untuk produk pangan segar.

Menurutnya, sistem iradiasi yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan phytosanitary dari negara tujuan memiliki empat keunggulan dibandingkan dengan teknik lain, di antaranya memiliki waktu aplikasi cepat, tidak meninggalkan residu kimia, dapat diaplikasikan pada komoditas yang telah dikemas dan tidak merusak kualitas komoditas.

“Target terdekat adalah terkait protokol SPS mangga ke Australia yang sudah ditandatangani pada Februari lalu. Sebelumnya, Barantan dan BATAN telah melakukan riset terbatas terkait teknik iradiasi sehingga diharapkan bisa menjamin ekspor mangga perdana pada musim panen September dan Oktober mendatang,” kata Banun.

Selain mangga, Barantan melalui Balai Uji Terap Teknik dan Metoda Karantina Pertanian juga telah melakukan penelitian teknik iradiasi pada beberapa jenis buah dan sayuran segar, seperti bawang merah, kedelai, dan alpukat, hasilnya bahwa pengunaan teknik iradiasi sebagai perlakuan karantina dengan dosis yang sesuai dan aman dapat memperpanjang daya simpan berbagai jenis buah dan sayuran segar dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Oleh karena itu, kata Banun, Kementan terus mendorong teknik tersebut. Iamenyebutkan bahwa teknit iradiasi sudah sejalan dengan ketetapan International Plant Protection Convention (IPPC) tentang perlakuan iradiasi untuk keperluan karantina (International Standard for Phytosanitary Measures, ISPM No. 18 (2003): Guidelines for the use of irradiation as a phytosanitary measure, dan ISPM No. 28 (2007): Phytosanitary treatments for regulated pests).

Ditempat  yang sama, Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, menyebutkan bahwa teknik ini aman dan sudah diuji oleh Kementerian Kesehatan. Menurutnya, saat ini Indonesia memiliki tiga radiator yang ada di Cikarang, Pasar Jumat dan Serpong.

“Yang buatan Indonesia kita namakan Iradiator Gamma Merah Putih. Tekniknya mudah, buah-buahan dimasukkan kedalam iradiator, kemudian sinar gamma yang ada di bawah air akan muncul dan menyinari buah-buahan, waktu yang dibutuhkan sesuai jenis buahnya, setelah selesai kemudian masuk lagi, begitu seterusnya” jelasnya.

MoU tersebut merupakan concern bersama kedua institusi, termasuk adanya keinginan untuk meningkatkan akselerasi ekspor dan daya saing produk pangan petani Indonesia yang memenuhi persyaratan keamanan pangan dan SPS.

Banun juga berharap, melalui kerjasama tersebut, BATAN dapat memberikan keringanan biaya perlakuan untuk eksportir dalam rangka mendorong dan menunjang akselerasi ekspor produk pangan dan pertanian Indonesia di pasar internasional.

TAGS : Kementan Barantan Kementan teknik iradiasi BATAN Pengawet

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/33657/Genjot-Ekspor-Kementan-Gandeng-BATAN-Kembangkan-Pengawet-Berbasis-Tenaga-Nuklir/

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments