Take a fresh look at your lifestyle.

Cerita Pemudik Asal Madura Melahirkan Bayi di Kereta

0
Cerita Pemudik Asal Madura Melahirkan Bayi di Kereta

Ilustrasi bayi

Semarang – Mudik merupakan aktivitas yang menyenangkan. Apapun kondisinya, para perantau di Jakarta berusaha pulang kampung saat lebaran tiba. Momen inilah yang ditunggu-tunggu para “pencari kehidupan” di ibukota.

Begitulah yang dialami pasangan muda Jamil (31) dan istrinya Nuzulul Hikmah (23). Meski sang istri sedang hamil tua, mereka memaksakan diri pulang ke Desa Komis, Kedundung, Sampang, Madura.



Pasangan ini berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menggunakan kereta ekonomi menuju Stasiun Pasar Turi Surabaya pada Minggu (16/06).

Saat kereta mendekati Semarang, Hikmah merasakan kontraksi pada kehamilannya. Sang suami, Jamil (32) sigap melapor ke kondektur saat berada di Stasiun Kaliwungu.

“Secara kebetulan di dalam kereta tersebut ada salah seorang penumpang yang berprofesi sebagai bidan sehingga yang bersangkutan segera membantu proses persalinan Nuzulul Hikmah dengan dibantu kru KA Kertajaya Lebaran. Persalinan tersebut dilakukan dalam perjalanan di petak jalan antara Mangkang dan Jerakah,” kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang Suprapto, Minggu malam.

Ia mengatakan proses persalinan tersebut berjalan lancar dan bayi lahir dengan selamat pada pukul 15.27 WIB.

Sesampainya di Stasiun Semarang Tawang, kata dia, Nuzulul Hikmah beserta bayi perempuan yang baru dilahirkan dengan berat badan 2,5 kilogram tersebut segera dirujuk ke Rumah Sakit Panti Wilasa, Semarang, untuk menjalani perawatan.

“Setelah ibu dan bayinya menjalani observasi selama lebih kurang hampir tiga jam di Ruang Ibu dan Anak, si ibu kemudian masuk ke ruang rawat inap. Kemungkinan besar besok (Senin) sudah bisa keluar dan kembali melanjutkan perjalanan ke Surabaya,” katanya.

Ia mengatakan PT KAI Daop 4 Semarang sudah menyiapkan tiket untuk keluarga Jamil yang akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Soal pembiayaan, dia mengatakan secara aturan, biaya perawatan bagi penumpang tersebut tidak ditanggung oleh asuransi Jasa Raharja.

Menurut dia, biaya perawatan bagi Nuzulul Hikmah beserta bayinya dibiayai oleh Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro.

“Bayinya diberi nama Faridatul Jamilah. Dia merupakan anak kedua dari pasangan Jamil dan Nuzulul Hikmah,” katanya.

Suprapto mengimbau seluruh penumpang khususnya ibu hamil yang menumpang KA jarak jauh agar mematuhi aturan mengenai ketentuan perjalanan bagi ibu hamil. Dalam hal ini, kata dia, ibu hamil yang boleh naik KA jarak jauh jika usia kehamilannnya 14-28 minggu.

Apabila di luar usia kehamilan 14-28 minggu, wajib membawa surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan dan wajib didampingi oleh minimal satu orang pendamping dewasa saat naik KA jarak jauh. (Ant)

TAGS : Pemudik Melahirkan Bayi

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/36339/Cerita-Pemudik-Asal-Madura-Melahirkan-Bayi-di-Kereta/

Leave A Reply

Your email address will not be published.